JAKARTA, TRIBUN - Penolakan terhadap film Romeo & Juliet, tak hanya datang dari kubu Viking, suporter kesebelasan Persib, kubu Jakmania lewat Ketua Umumnya, Danang Ismartani juga menyuarakan penolakan terhadap film arahan sutradara Andibachtiar Yusuf, yang akan diputar di jaringan bioskop 21, Kamis, 23 April mendatang.
"Dalam hal ini kita sepakat dengan kubu Viking, bahwa kita juga keberatan dengan adanya film tersebut. Saya melihat, film ini tak mendidik, terlalu menonjolkan sisi kekerasan," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (20/4).
Sejauh ini, pihak Jakmania, belum mau memberikan reaksi lebih lanjut terkait bakal diedarkannya film tersebut. "Kami masih menunggu. Kami akan menyampaikan surat keberatan setelah filmnya ke luar (di bioskop). Ini untuk mendidik masyarakat juga, sehingga hal-hal semacam itu tidak seharusnya dilanjutkan (penayangannya). Dan, kawan-kawan mendukung hal itu," katanya.
"Yang pasti, dalam waktu dekat ini kita akan buat action untuk film tersebut," sambung Danang.
Alasan penolakan Jakmania terhadap film yang dibintangi Sissy Prescillia dan Edo Borne itu, lanjut Danang, lebih karena terlalu menonjolkan sisi kekerasan. "Buat saya hipokrit sekali kalau mereka bilang ingin menyatukan dua suporter yang kerap bertikai, sementara isi filmnya lebih banyak menonjolkan sisi kekerasannya. Kami malah ingin tertawa mendengarnya," kata Danang.
Menanggapi beredarnya film tersebut, kubu Viking juga melontarkan reaksinya dengan melayangkan somasi terhadap pihak bioskop 21 agar mengurungkan niatnya memutar film tersebut.
"Kami memang belum melakukan perbincangan dengan kubu Viking, tapi kali ini visi kita sama. Sekalipun kita bertikai, namun kita punya pandangan yang sama dengan adanya film ini," ujarnya.
Menanggapi keberatan-keberatan tersebut, Andibachtiar Yusuf atau yang biasa disapa Ucup, menyikapinya dengan santai. Toh, menurutnya, inilah kondisi yang terjadi di arena persepakbolaan Tanah Air.
Diakuinya, lewat film Romeo & Juliet, ia hanya ingin menggambarkan kondisi yang ada. Sepakbola Indonesia tak pernah beranjak dari aksi tawuran antar-para suporter. Hingar-bingar kekerasan, yang justru menenggelamkan prestasi sepakbolanya sendiri. "Saya memang sudah menerima surat somasi dari kubu Viking, tapi sejauh ini, tak akan mengganggu jadwal penayangan. Tetap seperti yang sudah dijadwalkan," katanya. (Kompas.com/EH)
Jumat, 01 Mei 2009
Viking Menolak Peredaran Film Romeo & Juliet
JAKARTA, TRIBUN - Menjelang pemutaran perdananya di bioskop-bioskop 21 pekan ini, film Romeo & Juliet arahan sutradara Andibachtiar Yusuf justru menuai protes. Tak hanya dari kubu Viking, suporter kesebelasan Persib Bandung, penolakan juga datang dari pendukung kesebelasan Persija, Jakmania.
Heru Joko, Ketua Umum Viking, yang dihubungi di Bandung, Senin (20/4) mengatakan pihaknya telah melayangkan keberatan kepada pihak 21 agar film tersebut tak diedarkan di jaringan bioskop. "Suratnya sudah kami layangkan pekan lalu. Inti isi suratnya menolak film itu diedarkan," katanya.
Heru menilai jika film tersebut tetap diedarkan ia mengkhawatirkan akan memperuncing permusuhan antara Viking dan Jakmania. "Kami jelas keberatan. Kalau isi pesan film itu memang ingin mendamaikan, bukan seperti itu caranya. Itu malah memperuncing keadaan. Buat kami Yusuf harus bertanggung jawab," tegasnya.
Keberatan kubu Viking muncul menyusul keluarnya trailer film yang diproduksi Bogalakon Pictures! itu di sejumlah media. Menurut Heru, film Romeo & Juliet tak hanya mengarah pada persoalan sentimen fanatisme kubu antara kedua suporter, "Tapi sudah meluas ke sentimen budaya. Dan, itu tak bisa kita terima," kata Heru.
Hal tersebut diamini oleh Firman Setiawan, salah satu bobotoh Persib. Menurutnya, adegan dalam salah satu scene dalam cuplikan film yang belakang beredar tersebut, sangat menyinggung masyarakat Sunda.
"Saat adegan di angkot, ada dialog yang terlontar dari kubu Jakmania waktu nimpali ucapan dari anak Viking, 'Enggak ngerti gua bahasa monyet!' Itu jelas sangat menyakitkan. Bahasa Sunda disebut bahasa monyet," katanya.
Menurut Firman, apa yang hendak disampaikan Ucup, begitu Andibachtiar Yusuf disapa, dalam filmnya boleh jadi niatnya baik, tapi caranya salah kalau sampai membawa-bawa masalah budaya.
"Kami menolak permusuhan Viking dan Jakmania dijadikan sentimen budaya. Ini sentimen organisasi. Bukan masalah Sunda dan Betawi," paparnya.
Sementara Ucup, yang dihubungi di tempat berbeda, Senin (20/4), mengaku punya alasan sendiri mengenai apa yang hendak disampaikan dalam filmnya itu. Menurutnya, sejumlah pihak boleh saja menyatakan keberatannya, namun ia sendiri tak berniat menyatakan keberpihakannya kepada pihak manapun. "Gua mau menggambarkan Indonesia seperti itu adanya," ujarnya.
"Film gua itu film drama percintaan biasa. Enggak ada yang istimewa. Di sini juga gua ingin sekaligus mengingatkan bahwa fanatisme itu sebenarnya hal yang bagus, kalau memang disimpan sendiri. Tapi kalau fanatisme itu dibagi, hasilnya justru malah bisa merusak dan menggangu orang lain," sambungnya.
Hal itulah, lanjut Ucup, yang terjadi kepada Viking dan Jakmania. "Viking dan Jakmania keberatan kalau ada pendukung kubu lawan ada di tempat mereka. Buat gua itu sudah menggangu kenyamanan orang. Gua cuma mau maparin hal itu," katanya.
Menanggapi protes tersebut, Ucup hanya meminta semua pihak menyaksikan terlebih dahulu filmnya, ketimbang meributkan hal-hal yang belum jelas. "Kalau cuma melihat trailer yang hanya dua menit, orang enggak bakal dapat pesan apa yang hendak gua sodorkan," katanya.
Romeo & Juliet, film yang dibintangi Sissy Prescillia, Edo Borne dan Alex Komang ini, rencananya akan diputar di jaringan bioskop 21, pada Kamis (23/4) mendatang. Berkisah tentang cinta sejati sepasang kekasih, Rangga dan Desi. Diadaptasi secara bebas dari kisah legendaris karya William Shakespeare. (Kompas.com/EH)
Heru Joko, Ketua Umum Viking, yang dihubungi di Bandung, Senin (20/4) mengatakan pihaknya telah melayangkan keberatan kepada pihak 21 agar film tersebut tak diedarkan di jaringan bioskop. "Suratnya sudah kami layangkan pekan lalu. Inti isi suratnya menolak film itu diedarkan," katanya.
Heru menilai jika film tersebut tetap diedarkan ia mengkhawatirkan akan memperuncing permusuhan antara Viking dan Jakmania. "Kami jelas keberatan. Kalau isi pesan film itu memang ingin mendamaikan, bukan seperti itu caranya. Itu malah memperuncing keadaan. Buat kami Yusuf harus bertanggung jawab," tegasnya.
Keberatan kubu Viking muncul menyusul keluarnya trailer film yang diproduksi Bogalakon Pictures! itu di sejumlah media. Menurut Heru, film Romeo & Juliet tak hanya mengarah pada persoalan sentimen fanatisme kubu antara kedua suporter, "Tapi sudah meluas ke sentimen budaya. Dan, itu tak bisa kita terima," kata Heru.
Hal tersebut diamini oleh Firman Setiawan, salah satu bobotoh Persib. Menurutnya, adegan dalam salah satu scene dalam cuplikan film yang belakang beredar tersebut, sangat menyinggung masyarakat Sunda.
"Saat adegan di angkot, ada dialog yang terlontar dari kubu Jakmania waktu nimpali ucapan dari anak Viking, 'Enggak ngerti gua bahasa monyet!' Itu jelas sangat menyakitkan. Bahasa Sunda disebut bahasa monyet," katanya.
Menurut Firman, apa yang hendak disampaikan Ucup, begitu Andibachtiar Yusuf disapa, dalam filmnya boleh jadi niatnya baik, tapi caranya salah kalau sampai membawa-bawa masalah budaya.
"Kami menolak permusuhan Viking dan Jakmania dijadikan sentimen budaya. Ini sentimen organisasi. Bukan masalah Sunda dan Betawi," paparnya.
Sementara Ucup, yang dihubungi di tempat berbeda, Senin (20/4), mengaku punya alasan sendiri mengenai apa yang hendak disampaikan dalam filmnya itu. Menurutnya, sejumlah pihak boleh saja menyatakan keberatannya, namun ia sendiri tak berniat menyatakan keberpihakannya kepada pihak manapun. "Gua mau menggambarkan Indonesia seperti itu adanya," ujarnya.
"Film gua itu film drama percintaan biasa. Enggak ada yang istimewa. Di sini juga gua ingin sekaligus mengingatkan bahwa fanatisme itu sebenarnya hal yang bagus, kalau memang disimpan sendiri. Tapi kalau fanatisme itu dibagi, hasilnya justru malah bisa merusak dan menggangu orang lain," sambungnya.
Hal itulah, lanjut Ucup, yang terjadi kepada Viking dan Jakmania. "Viking dan Jakmania keberatan kalau ada pendukung kubu lawan ada di tempat mereka. Buat gua itu sudah menggangu kenyamanan orang. Gua cuma mau maparin hal itu," katanya.
Menanggapi protes tersebut, Ucup hanya meminta semua pihak menyaksikan terlebih dahulu filmnya, ketimbang meributkan hal-hal yang belum jelas. "Kalau cuma melihat trailer yang hanya dua menit, orang enggak bakal dapat pesan apa yang hendak gua sodorkan," katanya.
Romeo & Juliet, film yang dibintangi Sissy Prescillia, Edo Borne dan Alex Komang ini, rencananya akan diputar di jaringan bioskop 21, pada Kamis (23/4) mendatang. Berkisah tentang cinta sejati sepasang kekasih, Rangga dan Desi. Diadaptasi secara bebas dari kisah legendaris karya William Shakespeare. (Kompas.com/EH)
Romeo-Juliet Versi Sepakbola
Bandung - Pentolan Viking Bandung Izoel (29) menolak tegas rencana penayangan film Romeo-Juliet yang akan ditayangkan 23 April 2009 nanti. Izoel menilai film tersebut banyak merugikan bobotoh Persib terlebih tanpa izin ketua Viking.
"Film itu tidak mendidik karena banyak merugikan bobotoh," kata Izoel saat dihubungi detikbandung melalui telepon selulernya, Selasa (21/4/2009).
"Apalagi ketua Viking sendiri tidak pernah menyetujui film itu beredar," sambung Izoel.
Izoel menceritakan, sebelum film yang mengisahkan percintaan antara suporter Jak Mania dan Ladi Viker ini selesai digarap, ia dan juga ketua Viking Heru Joko pernah mendapatkan cerita film tersebut langsung dari sutradaranya.
"Waktu kita baca scriptnya kita sudah menolak pembuatan film itu, apalagi banyak menyinggung bobotoh," kata Izoel.
Izoel menambahkan, dari isi cerita yang pernah ia peroleh banyak adegan yang dinilainya menyudutkan pihak bobotoh dan memenangkan kubu pendukung Persija, Jak Mania.
"Misalnya ada adegan bobotoh dilempar batu waktu di dalam bus, itu kapan? Dan jelas ini merugikan kita," ketus Izoel.
Disinggung soal larangan bobotoh untuk menyaksikan penayangan perdana film garapan sutradara Andibachtiar Yusuf atau akrab disapa Ucup yang akan ditayangkan lusa nanti?
"Saya tidak menyuruh demikian, silakan saja, yang penting saya sudah sampaikan ke 80 ribu lebih bobotoh kalau film ini merugikan bobotoh," kata Izoel.
Andri Haryanto - detikBandung
"Film itu tidak mendidik karena banyak merugikan bobotoh," kata Izoel saat dihubungi detikbandung melalui telepon selulernya, Selasa (21/4/2009).
"Apalagi ketua Viking sendiri tidak pernah menyetujui film itu beredar," sambung Izoel.
Izoel menceritakan, sebelum film yang mengisahkan percintaan antara suporter Jak Mania dan Ladi Viker ini selesai digarap, ia dan juga ketua Viking Heru Joko pernah mendapatkan cerita film tersebut langsung dari sutradaranya.
"Waktu kita baca scriptnya kita sudah menolak pembuatan film itu, apalagi banyak menyinggung bobotoh," kata Izoel.
Izoel menambahkan, dari isi cerita yang pernah ia peroleh banyak adegan yang dinilainya menyudutkan pihak bobotoh dan memenangkan kubu pendukung Persija, Jak Mania.
"Misalnya ada adegan bobotoh dilempar batu waktu di dalam bus, itu kapan? Dan jelas ini merugikan kita," ketus Izoel.
Disinggung soal larangan bobotoh untuk menyaksikan penayangan perdana film garapan sutradara Andibachtiar Yusuf atau akrab disapa Ucup yang akan ditayangkan lusa nanti?
"Saya tidak menyuruh demikian, silakan saja, yang penting saya sudah sampaikan ke 80 ribu lebih bobotoh kalau film ini merugikan bobotoh," kata Izoel.
Andri Haryanto - detikBandung
Minggu, 12 April 2009
Shakespeare Sonnet-a-Day
Sonnet #151
Posted:
CLI.
Love is too young to know what conscience is;
Yet who knows not conscience is born of love?
Then, gentle cheater, urge not my amiss,
Lest guilty of my faults thy sweet self prove:
For, thou betraying me, I do betray
My nobler part to my gross body's treason;
My soul doth tell my body that he may
Triumph in love; flesh stays no father reason;
But, rising at thy name, doth point out thee
As his triumphant prize. Proud of this pride,
He is contented thy poor drudge to be,
To stand in thy affairs, fall by thy side.
No want of conscience hold it that I call
Her 'love' for whose dear love I rise and fall.
Posted:
CLI.
Love is too young to know what conscience is;
Yet who knows not conscience is born of love?
Then, gentle cheater, urge not my amiss,
Lest guilty of my faults thy sweet self prove:
For, thou betraying me, I do betray
My nobler part to my gross body's treason;
My soul doth tell my body that he may
Triumph in love; flesh stays no father reason;
But, rising at thy name, doth point out thee
As his triumphant prize. Proud of this pride,
He is contented thy poor drudge to be,
To stand in thy affairs, fall by thy side.
No want of conscience hold it that I call
Her 'love' for whose dear love I rise and fall.
Rabu, 01 April 2009
Rokok bunuh 200rb org perokok pasif
Seorang perokok aktif membunuh 200 ribu orang perokok pasif dalam satu tahun. Sungguh angka fantastik yang sangat mengerikan. Tapi inilah kesimpulan yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Nasional dalam memperingati Hari Tanpa Rokok, tanggal 31 Mei 2007 ini.
Laporan WHO tahun ini menjelaskan bagaimana fokus penelitian adalah dampak membahayakan asap rokok yang dihisap oleh orang yang tidak merokok dalam ruangan tertutup. Laporan ini diiringi juga dengan angka dan lokasi, beserta berbagai informasi yang membantah klaim penolakan para perokok bila mereka dianggap mengganggu hak hidup orang lain. Juga dengan menjelaskan bagaimana kondisi perokok di berbagai negara berbeda serta penjelasan ancaman kesehatan yang parah bagi perokok pasif di tempat tertutup.
Perokok pasif adalah orang-orang yang tidak merokok, namun menjadi korban perokok karena turut mengisap asap sampingan (di samping asap utama yang dihembuskan balik oleh perokok). Perokok pasif memiliki resiko yang cukup tinggi atas kanker paru-paru dan jantung koroner, serta gangguan pernafasan. Bagi anak-anak di bawah umur, terdapat resiko kematian mendadak akibat terpapar asap rokok.
Setidaknya tercatat 4000 kematian perokok pasif per tahun di US WHO menghimbau agar dikeluarkan undang undang larangan merokok di tempat tertutup dan di tempat umum. Lokasi tertutup dan tempat umum diharapkan 100% bersih sama sekali dari asap rokok. Larangan seperti ini, juga dianjurkan agar disertai dengan tahap penyadaran masyarakat khusus agar para perokok pasif mengerti bagaimana dampak kesehatan yang bakal mereka terima akibat berada di satu ruangan dengan perokok aktif. Terlebih bila perokok itu adalah penghuni rumah sendiri.
Di antara kenyataan menyedihkan yang disodorkan laporan tersebut adalah, separuh anak-anak duia, atau sekitar 700 juta anak mengalami gangguan kesehatan lantaran menjadi perokok pasif. Kebanyakan, penderitaan mereka disebabkan dari dalam rumah mereka sendiri karena jelas yang paling bertanggung jawab dan paling dekat dengan mereka adalah orang tua mereka sendiri di dalam rumah.
Derita anak-anak dan para perokok pasif adalah karena mereka menghisap 4000 bahan kimiawi yang ada dalam asap rokok. Di antaranya adalah 50 materi kimiawi yang sudah terkenal bisa menyebabkan kanker. Ditambah lagi, asap rokok yang dihisap perokok pasif bisa menyebabkan penjakit paru-paru, jantung dan sejumlah penyakit pernafasan yang bahkan bisa membawa kematian. (na-str/iol) - www.eramuslim.com
Laporan WHO tahun ini menjelaskan bagaimana fokus penelitian adalah dampak membahayakan asap rokok yang dihisap oleh orang yang tidak merokok dalam ruangan tertutup. Laporan ini diiringi juga dengan angka dan lokasi, beserta berbagai informasi yang membantah klaim penolakan para perokok bila mereka dianggap mengganggu hak hidup orang lain. Juga dengan menjelaskan bagaimana kondisi perokok di berbagai negara berbeda serta penjelasan ancaman kesehatan yang parah bagi perokok pasif di tempat tertutup.
Perokok pasif adalah orang-orang yang tidak merokok, namun menjadi korban perokok karena turut mengisap asap sampingan (di samping asap utama yang dihembuskan balik oleh perokok). Perokok pasif memiliki resiko yang cukup tinggi atas kanker paru-paru dan jantung koroner, serta gangguan pernafasan. Bagi anak-anak di bawah umur, terdapat resiko kematian mendadak akibat terpapar asap rokok.
Setidaknya tercatat 4000 kematian perokok pasif per tahun di US WHO menghimbau agar dikeluarkan undang undang larangan merokok di tempat tertutup dan di tempat umum. Lokasi tertutup dan tempat umum diharapkan 100% bersih sama sekali dari asap rokok. Larangan seperti ini, juga dianjurkan agar disertai dengan tahap penyadaran masyarakat khusus agar para perokok pasif mengerti bagaimana dampak kesehatan yang bakal mereka terima akibat berada di satu ruangan dengan perokok aktif. Terlebih bila perokok itu adalah penghuni rumah sendiri.
Di antara kenyataan menyedihkan yang disodorkan laporan tersebut adalah, separuh anak-anak duia, atau sekitar 700 juta anak mengalami gangguan kesehatan lantaran menjadi perokok pasif. Kebanyakan, penderitaan mereka disebabkan dari dalam rumah mereka sendiri karena jelas yang paling bertanggung jawab dan paling dekat dengan mereka adalah orang tua mereka sendiri di dalam rumah.
Derita anak-anak dan para perokok pasif adalah karena mereka menghisap 4000 bahan kimiawi yang ada dalam asap rokok. Di antaranya adalah 50 materi kimiawi yang sudah terkenal bisa menyebabkan kanker. Ditambah lagi, asap rokok yang dihisap perokok pasif bisa menyebabkan penjakit paru-paru, jantung dan sejumlah penyakit pernafasan yang bahkan bisa membawa kematian. (na-str/iol) - www.eramuslim.com
Kamis, 26 Maret 2009
How To Be a Good Editor,,,?
Anda ingin menjadi seorang editor? M. Lincoln Schuster, pendiri dan pemilik Penerbit Simon and Schuster bersama kawannya, Richard L. Simon membagi pengalamannya. Tulisan berikut ini berdasarkan pengalamannya menjadi penerbit dan editor buku selama puluhan tahun. Tulisan ini sebelumnya dimuat dalam buku Editors on Editing (Gerald Gross, ed.), terbitan Harper & Row Publishers, New York, 1985. Editors on Editing adalah buku yang menghimpun pengalaman berbagai editor dalam dunia penerbitan.
I . Pengertian dasar dari editor dan penerbit adalah seorang editor memilih naskah; sebuah penerbit memilih editor.
II. Tugas seorang editor bukan sekadar melengkapi naskah yang dikirimkan, merapikan, dan memersiapkan untuk diterbitkan. Pelajaran pertama yang harus Anda hadapi tatkala bertemu dengan penulis, pengarang ataupun agennya bukan menerima naskah saja melainkan dapat menangkap ide apa dari naskah yang mereka bawa. Ide apa yang membuat para penulis merasa penting naskahnya untuk diterbitkan.
Ini penting karena jika sudah menangkap dan memahami ide mereka, Anda punya kebebasan agar tak harus membaca keseluruhan naskah sehingga dapat menghemat waktu. Anda beruntung jika sudah pernah menerima outline atau contoh dari bab-bab awal naskah si penulis. Karena di tengah-tengah kesibukan Anda menyunting naskah kadang-kadang Anda tidak membaca lagi bagian itu.
III. Editor yang ideal sebaiknya berpikir dan juga memutuskan sebagai penerbit. Begitu juga sebaliknya; penerbit yang baik juga berpikir dan memutuskan sebagai editor. Ia harus paham gaya bahasa dan style si penulis. Seorang editor sebaiknya tidak buta warna.
IV. Ini bukan masalah Anda suka atau tidak suka dengan naskah atau ide si penulis yang Anda baca. Dalam membaca naskah yang penting adalah bagaimana perasaan Anda setelah membacanya.
V. Kebahagiaan terbesar seorang editor adalah menemukan penulis atau pengarang yang baik.
VI. Jangan hanya sekadar menilai naskah akhir di tangan Anda, ketahui juga proses pembuatannya.
VII. Seorang editor pada akhirnya tak terlepas dari segala macam pemikiran dan pertimbangan yang mengarah pada keseimbangan. Jika terus-menerus berpikiran seperti itu, Anda akan terjebak dan sulit memutuskan. Produk Anda akan terhambat. Yakinlah tidak ada sesuatu yang sempurna.
VIII. Akhirnya, setelah membaca naskah, Anda harus berani mengatakan: Meskipun ini adalah ide yang buruk, ini juga ditulis dengan buruk.
IX. Kesabaran adalah satu hal yang perlu bagi seorang editor. Anda juga harus sabar jika menghadapi seorang penulis ketika Anda tanyakan bagaimana proses kreatif penulisan bukunya dia hanya menjawab: Ini sudah selesai. Yang saya lakukan hanya menulisnya, itu saja.
X. Baca lagi dengan teliti naskah yang Anda terima. Banyak ide tak diduga yang mungkin dapat menginspirasi Anda justru didapat dari naskah yang Anda baca. Misalnya, ide untuk pembuatan desain sampul buku, kata-kata menarik yang dapat dicantumkan di sampul depan atau belakang buku, ide-ide yang harus dijelaskan kepada orang yang bertugas menuliskan resensinya, juga kepada toko, bagian penjualan, marketing dan semuanya yang dapat mendukung penjualan buku Anda.
XI. Jangan khawatir atau ragu-ragu melakukan tindakan. Ingat, bisnis penerbitan adalah seperti melakukan perjudian atau dengan kata lain bisnis yang penuh dengan spekulasi dan risiko.
XII. Jangan hanya selalu mengikuti tren buku-buku yang sedang best seller, sedang laku atau mode di pasaran. Lebih baik menciptakan tren daripada ikut-ikutan.
XIII. Berikan kesempatan kepada pengarang untuk mengembangkan potensi menulisnya. Ini penting khususnya bagi penulis kategori-kategori tertentu, misalnya fiksi, agar buku yang mereka hasilkan penjualannya dapat berlangsung terus.
XIV. Jangan kecil hati apabila ada penerbit lain menerbitkan buku-buku sejenis dengan buku-buku yang dihasilkan perusahaan Anda. Yang penting, menjadi pelopor dan mampu bertahan.
XV. Terbuka dengan berbagai pemikiran dari petugas di bagian penjualan, promosi dan iklan tentu dapat melancarkan kinerja Anda. Walaupun demikian, jangan sampai mereka menekan Anda. Usahakan kompromi yang menguntungkan dan dapat diusahakan bersama-sama.
XVI. Lupakan dan hiraukan komentar-komentar yang menyudutkan buku-buku Anda, terutama yang selalu menggunakan alasan publik pembaca. Yakinlah, sebuah produk yang tepat mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Tidak ada dalil tertentu yang dapat mewakili selera ideal pembaca.
XVII. Belajarlah untuk selalu menanamkan rasa percaya diri kepada penulis/pengarang buku yang Anda terbitkan sebelum bukunya terbit, selama proses produksi, dan setelah bukunya beredar di toko. Jika tidak, hubungan Anda dengan pengarang bahkan dengan pihak-pihak lain (toko buku dan penerbit) seperti seseorang yang meletakkan pisau di leher sehingga sewaktu-waktu bisa saja terjadi pertengkaran.
XVIII. Ada dua pertanyaan dasar yang dapat menjadi pertimbangan editor sebelum menerbitkan buku. Pertama, jika naskah yang Anda temukan sudah menjadi buku bersediakah Anda membelinya? Kedua, bersediakah Anda menyimpan buku ini sebagai koleksi pribadi sampai-sampai Anda tak bosan-bosan membacanya kembali?
XIX. Ingatlah, Anda diam-diam diawasi oleh kolega dan perusahaan, selain pengarang, penjual buku, kritikus ataupun penulis resensi. Mereka tidak menilai seberapa sukses dan gagalnya penjualan buku-buku Anda, melainkan apakah Anda siap dalam segala pertempuran bisnis ini. Percaya diri, mengembangkan imajinasi, dan motivasi penting adalah tiga hal yang harus diutamakan seorang editor.
XX. Jangan melihat pekerjaan ini hanya sekadar duduk dan membaca saja. Pekerjaan ini juga kaya dengan kreativitas di samping senantiasa tak ketinggalan mengikuti perkembangan zaman. Pekerjaan penyuntingan naskah termasuk sumbangan intelektual yang berarti dan dapat memberikan kepuasan spiritual seperti halnya profesi lain.
sumber: matabaca.com
I . Pengertian dasar dari editor dan penerbit adalah seorang editor memilih naskah; sebuah penerbit memilih editor.
II. Tugas seorang editor bukan sekadar melengkapi naskah yang dikirimkan, merapikan, dan memersiapkan untuk diterbitkan. Pelajaran pertama yang harus Anda hadapi tatkala bertemu dengan penulis, pengarang ataupun agennya bukan menerima naskah saja melainkan dapat menangkap ide apa dari naskah yang mereka bawa. Ide apa yang membuat para penulis merasa penting naskahnya untuk diterbitkan.
Ini penting karena jika sudah menangkap dan memahami ide mereka, Anda punya kebebasan agar tak harus membaca keseluruhan naskah sehingga dapat menghemat waktu. Anda beruntung jika sudah pernah menerima outline atau contoh dari bab-bab awal naskah si penulis. Karena di tengah-tengah kesibukan Anda menyunting naskah kadang-kadang Anda tidak membaca lagi bagian itu.
III. Editor yang ideal sebaiknya berpikir dan juga memutuskan sebagai penerbit. Begitu juga sebaliknya; penerbit yang baik juga berpikir dan memutuskan sebagai editor. Ia harus paham gaya bahasa dan style si penulis. Seorang editor sebaiknya tidak buta warna.
IV. Ini bukan masalah Anda suka atau tidak suka dengan naskah atau ide si penulis yang Anda baca. Dalam membaca naskah yang penting adalah bagaimana perasaan Anda setelah membacanya.
V. Kebahagiaan terbesar seorang editor adalah menemukan penulis atau pengarang yang baik.
VI. Jangan hanya sekadar menilai naskah akhir di tangan Anda, ketahui juga proses pembuatannya.
VII. Seorang editor pada akhirnya tak terlepas dari segala macam pemikiran dan pertimbangan yang mengarah pada keseimbangan. Jika terus-menerus berpikiran seperti itu, Anda akan terjebak dan sulit memutuskan. Produk Anda akan terhambat. Yakinlah tidak ada sesuatu yang sempurna.
VIII. Akhirnya, setelah membaca naskah, Anda harus berani mengatakan: Meskipun ini adalah ide yang buruk, ini juga ditulis dengan buruk.
IX. Kesabaran adalah satu hal yang perlu bagi seorang editor. Anda juga harus sabar jika menghadapi seorang penulis ketika Anda tanyakan bagaimana proses kreatif penulisan bukunya dia hanya menjawab: Ini sudah selesai. Yang saya lakukan hanya menulisnya, itu saja.
X. Baca lagi dengan teliti naskah yang Anda terima. Banyak ide tak diduga yang mungkin dapat menginspirasi Anda justru didapat dari naskah yang Anda baca. Misalnya, ide untuk pembuatan desain sampul buku, kata-kata menarik yang dapat dicantumkan di sampul depan atau belakang buku, ide-ide yang harus dijelaskan kepada orang yang bertugas menuliskan resensinya, juga kepada toko, bagian penjualan, marketing dan semuanya yang dapat mendukung penjualan buku Anda.
XI. Jangan khawatir atau ragu-ragu melakukan tindakan. Ingat, bisnis penerbitan adalah seperti melakukan perjudian atau dengan kata lain bisnis yang penuh dengan spekulasi dan risiko.
XII. Jangan hanya selalu mengikuti tren buku-buku yang sedang best seller, sedang laku atau mode di pasaran. Lebih baik menciptakan tren daripada ikut-ikutan.
XIII. Berikan kesempatan kepada pengarang untuk mengembangkan potensi menulisnya. Ini penting khususnya bagi penulis kategori-kategori tertentu, misalnya fiksi, agar buku yang mereka hasilkan penjualannya dapat berlangsung terus.
XIV. Jangan kecil hati apabila ada penerbit lain menerbitkan buku-buku sejenis dengan buku-buku yang dihasilkan perusahaan Anda. Yang penting, menjadi pelopor dan mampu bertahan.
XV. Terbuka dengan berbagai pemikiran dari petugas di bagian penjualan, promosi dan iklan tentu dapat melancarkan kinerja Anda. Walaupun demikian, jangan sampai mereka menekan Anda. Usahakan kompromi yang menguntungkan dan dapat diusahakan bersama-sama.
XVI. Lupakan dan hiraukan komentar-komentar yang menyudutkan buku-buku Anda, terutama yang selalu menggunakan alasan publik pembaca. Yakinlah, sebuah produk yang tepat mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Tidak ada dalil tertentu yang dapat mewakili selera ideal pembaca.
XVII. Belajarlah untuk selalu menanamkan rasa percaya diri kepada penulis/pengarang buku yang Anda terbitkan sebelum bukunya terbit, selama proses produksi, dan setelah bukunya beredar di toko. Jika tidak, hubungan Anda dengan pengarang bahkan dengan pihak-pihak lain (toko buku dan penerbit) seperti seseorang yang meletakkan pisau di leher sehingga sewaktu-waktu bisa saja terjadi pertengkaran.
XVIII. Ada dua pertanyaan dasar yang dapat menjadi pertimbangan editor sebelum menerbitkan buku. Pertama, jika naskah yang Anda temukan sudah menjadi buku bersediakah Anda membelinya? Kedua, bersediakah Anda menyimpan buku ini sebagai koleksi pribadi sampai-sampai Anda tak bosan-bosan membacanya kembali?
XIX. Ingatlah, Anda diam-diam diawasi oleh kolega dan perusahaan, selain pengarang, penjual buku, kritikus ataupun penulis resensi. Mereka tidak menilai seberapa sukses dan gagalnya penjualan buku-buku Anda, melainkan apakah Anda siap dalam segala pertempuran bisnis ini. Percaya diri, mengembangkan imajinasi, dan motivasi penting adalah tiga hal yang harus diutamakan seorang editor.
XX. Jangan melihat pekerjaan ini hanya sekadar duduk dan membaca saja. Pekerjaan ini juga kaya dengan kreativitas di samping senantiasa tak ketinggalan mengikuti perkembangan zaman. Pekerjaan penyuntingan naskah termasuk sumbangan intelektual yang berarti dan dapat memberikan kepuasan spiritual seperti halnya profesi lain.
sumber: matabaca.com
beberapa hal yang bisa kamu lakuin untuk ikut mencegah global warming
di saat ini issu global warming bukan lagi hal baru,,,semmua orang bicara tentang global warming,,,anak SD, SMP, SMA, KIta sebagai mahasiswa,,,tapi sebenernya udah sejauh apa seeh,,usaha kita buat ikut menanggulangi itu??? kita kdang mikir hal-hal berat,,,padahal sebenernya bnyyak hal dasar/mudah yag bisa kita lakuin demi menurunkan demam yang diderita bumi tercinta kita ini,,,
apa aja seeh??? yukk,,,atuh kita simak!!!
1st,,,,,Use less water!! artinya,,kamu jangan terlalu sering mandi and cuci baju,,,!! santai aja, ngga usah takut badan jadi bau,,kan ada teknoologi parfume and deodorant (emang,,kmu fikir diciptakannya deodorant+parfume untuk apa??? jawabannya untuk mengakomodir kebutuhan mereka2 yang enggan mandi,,dengan alasan2 tersendiri tentu aja,,,whhahhhaaa :-D ) u know dengan melakukan hal2 di atas kamu dapat meminimalisir penggunaan air dan limbah sabun ato detergent,,see?/!! mulai dari sekarang yuk,,kita jarang mandi,,,heueueu,,,(yang posting jarang mandi soalnya!!)
2nd,,,,,,kurangi penggunaan plastik!!! tau kan kalo plastik tu merupakan sampah yang paling lama bisa terurai lagi,,,trus hubunganya sama global warming?,,,akhh,,,pokokya mah kurangi peggunaan plastik we lah,,,caranya? gunakan/bawa plastik ato kantong belanjaan sendiri,,,jangan dikit2 minta plastik baru tiap kamu jajan,,kan kasian si emang nya<<,,whahahha!!
3rd,,,,,,re-planting,,,kalo liat halaman rumah kamu garing a.k.a gersang2 aja...mulai sekarang coba dibikin lebih hijau dengan tanaman,,ya,,ngga usah yang ribet ato susah deh,,,ttanaman holtikultura aja dehh,,selain bisa suplai oksigen lebih bnyak buat bumi, kita juga bisa mnikmati hasilnya,,,minimal kalo mau makan pedes kan jadinya tinggal metik aja cabe-nya,,,(euh,,naon siihh?? mentanng2 yang Posting demen pedes!!!)
4th,,,,,,satu lagi nih,,hal yang sering luput dari perhatian kamu,,,kalo udah ng'charge HP,MP3 ato MP4 ato apapun itu,,,cepet2 cabut lagi charger-nya b'coz u know what??!! kalo masih terus aja plug-in listriiknya juga ttp ngalir,,,so,,sayang bgt kan?? dari sekarang ah,,hemat listriik yu,,,jgn lupa juga cpt2 matiin lampu kamar ato rumah kalo udah siang,,,OK!!!
well,,,guys,,masih bnyak sebnernya yang bs kamu lakuin,,tapi semntara kita tulis 4 dulu aja,,,yang penting praktekkan ya,,,,!! selamat mencoba ya,,,Gud Lak!! bila sakit berlanjut hubungi dokter,,,namun bila anda senang beri tau kawan, keraba dan handaitaulan,,,whaahhahah,,apaan sih// mulai absurd!!
sebelum berlanjut ke ke-absurd-an yang laen,,,lebih baik kita akhiri dulu ya,,,,
apa aja seeh??? yukk,,,atuh kita simak!!!
1st,,,,,Use less water!! artinya,,kamu jangan terlalu sering mandi and cuci baju,,,!! santai aja, ngga usah takut badan jadi bau,,kan ada teknoologi parfume and deodorant (emang,,kmu fikir diciptakannya deodorant+parfume untuk apa??? jawabannya untuk mengakomodir kebutuhan mereka2 yang enggan mandi,,dengan alasan2 tersendiri tentu aja,,,whhahhhaaa :-D ) u know dengan melakukan hal2 di atas kamu dapat meminimalisir penggunaan air dan limbah sabun ato detergent,,see?/!! mulai dari sekarang yuk,,kita jarang mandi,,,heueueu,,,(yang posting jarang mandi soalnya!!)
2nd,,,,,,kurangi penggunaan plastik!!! tau kan kalo plastik tu merupakan sampah yang paling lama bisa terurai lagi,,,trus hubunganya sama global warming?,,,akhh,,,pokokya mah kurangi peggunaan plastik we lah,,,caranya? gunakan/bawa plastik ato kantong belanjaan sendiri,,,jangan dikit2 minta plastik baru tiap kamu jajan,,kan kasian si emang nya<<,,whahahha!!
3rd,,,,,,re-planting,,,kalo liat halaman rumah kamu garing a.k.a gersang2 aja...mulai sekarang coba dibikin lebih hijau dengan tanaman,,ya,,ngga usah yang ribet ato susah deh,,,ttanaman holtikultura aja dehh,,selain bisa suplai oksigen lebih bnyak buat bumi, kita juga bisa mnikmati hasilnya,,,minimal kalo mau makan pedes kan jadinya tinggal metik aja cabe-nya,,,(euh,,naon siihh?? mentanng2 yang Posting demen pedes!!!)
4th,,,,,,satu lagi nih,,hal yang sering luput dari perhatian kamu,,,kalo udah ng'charge HP,MP3 ato MP4 ato apapun itu,,,cepet2 cabut lagi charger-nya b'coz u know what??!! kalo masih terus aja plug-in listriiknya juga ttp ngalir,,,so,,sayang bgt kan?? dari sekarang ah,,hemat listriik yu,,,jgn lupa juga cpt2 matiin lampu kamar ato rumah kalo udah siang,,,OK!!!
well,,,guys,,masih bnyak sebnernya yang bs kamu lakuin,,tapi semntara kita tulis 4 dulu aja,,,yang penting praktekkan ya,,,,!! selamat mencoba ya,,,Gud Lak!! bila sakit berlanjut hubungi dokter,,,namun bila anda senang beri tau kawan, keraba dan handaitaulan,,,whaahhahah,,apaan sih// mulai absurd!!
sebelum berlanjut ke ke-absurd-an yang laen,,,lebih baik kita akhiri dulu ya,,,,
Rabu, 11 Maret 2009
Wujud Cinta
Semua bentuk cinta adalah baik dan indah, namun cinta tak sekedar kata-kata, pandangan ataupun semyuman. Cinta di atas semua itu, sebelumnya harus didahului oleh usaha, sikap, tindakan, bahkan pemberian dan pengorbanan. Jika cinta tersebut tampak dalam usaha, pengorbanan, dan pejuangan. Sedangkan, cinta yang berorientasi pada cinta jasad adalah salah satu bentuk cinta yang egois (mementingkan diri sendiri).
Orang yang memiliki cinta akan membantu yang lemah, memberi pada yang membutuhkan, menyayangi anak yatim, dan membantu orang yang kesulitan. Cinta senantiasa berkorban tanpa meminta balasan, bersikap murah hati, dan memberi tanpa rasa bosan, dan ia merasa di puncak kebahagiaan dan kenikmatan.
Rasulullah Saw memberikan cara mudah agar kita dapat saling mencintai sebagian yang laij\n, yaitu sebuah cara yang tidak membebani harta, waktu maupun tenaga, yaitu tersenyum dengan tulus yang bersumber dari hati hingga menembus hati saudara kita, serta agar terbuka seluruh pintu jiwa kita dan jiwa mereka sehingga kita semua menjadi saudara yang saling mencintai karena Alloh Swt.
Maka mulai saat ini, tunujukan rsa cinta kita pada setiap manusia walau hanya dengan sesungging senyuman. ^-^ (Pu3_Aldo)
Orang yang memiliki cinta akan membantu yang lemah, memberi pada yang membutuhkan, menyayangi anak yatim, dan membantu orang yang kesulitan. Cinta senantiasa berkorban tanpa meminta balasan, bersikap murah hati, dan memberi tanpa rasa bosan, dan ia merasa di puncak kebahagiaan dan kenikmatan.
Rasulullah Saw memberikan cara mudah agar kita dapat saling mencintai sebagian yang laij\n, yaitu sebuah cara yang tidak membebani harta, waktu maupun tenaga, yaitu tersenyum dengan tulus yang bersumber dari hati hingga menembus hati saudara kita, serta agar terbuka seluruh pintu jiwa kita dan jiwa mereka sehingga kita semua menjadi saudara yang saling mencintai karena Alloh Swt.
Maka mulai saat ini, tunujukan rsa cinta kita pada setiap manusia walau hanya dengan sesungging senyuman. ^-^ (Pu3_Aldo)
Sabtu, 28 Februari 2009
Menuju Perubahan
Bandung, 19 Februari 2009 tepatnya pukul 2.oopm para pengurus Hima BSI (AEDS) berkumpul di ruang sidang Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung. Apa yang terjadi??? mereka berkumpul dengan mengangkat dua tema; Rapat Pleno tengah dan Reshuffle Pengurus AEDS 2008-2009.
Pleno tengah adalah rapat pertanggungjawaban pengurus selama 1/2 masa menjabat. Tetapi mengapa Pleno tengah harus dibarengi dengan Reshuffle??? jawabannya karena sebagian dari pengurus AEDS menjadi pengurus senat fakultas Adab dan Humaniora yang akan dilantik bulan maret ini.
Semoga tahun 2009 menjadi langkah yang baik untuk AEDS maupun Senat,,,,.
Di bawah ini adalah hasil dari Reshuffle tersebut. Semoga awal tahun 2009 menjadi langkah yang baik menuju perubahan.
*Press Department*
Pleno tengah adalah rapat pertanggungjawaban pengurus selama 1/2 masa menjabat. Tetapi mengapa Pleno tengah harus dibarengi dengan Reshuffle??? jawabannya karena sebagian dari pengurus AEDS menjadi pengurus senat fakultas Adab dan Humaniora yang akan dilantik bulan maret ini.
Semoga tahun 2009 menjadi langkah yang baik untuk AEDS maupun Senat,,,,.
Di bawah ini adalah hasil dari Reshuffle tersebut. Semoga awal tahun 2009 menjadi langkah yang baik menuju perubahan.
*Press Department*
RESHUFFLE PENGURUS HIMA JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INGGRIS ASSOCIATION OF ENGLISH DEPARTMENT STUDENT (AEDS) KBM UIN SGD BANDUNG PERIODE 2008-2009
Ketua : Muamar
Sekretaris : M. Rizal Hilaby
Bendahara : Syalwa Elia Rahmawati
Bidang-Bidang:
1.Pengembangan Intelektual
Ketua Bidang : Yanti Siti Hajaroh
Sekretaris Bidang: Siska Indriaani
Staff : Marlin Widiya
Devi Astri Yanti
Brian Sulistio
Ruli
2.Penegakan Kode Etik dan Akhlakul Karimah
Ketua Bidang : Yuyun Yulianti
Sekretaris Bidang: Anindiyanti
Staff : Asep Hari Ismail
Didik Santoso
Aulia Rahman
3.Pengembangan Aparatur Organisasi
Ketua Bidang : Kamal Bayu
Sekretaris Bidang: Mawar Solihat
Staff : Ali Ustman Subki
Siti Aisyah
Aras Abdul Rasyid
Dede Yusuf
Ani Hanifah
4.Olahraga dan Seni
Ketua Bidang : M. Ginanjar
Sekretaris Bidang: Meli Cahyani
Staff : M. Zaki Al-Aziz
Wandi Hidayat
Cika Rizki
Mustakim
Agus Rudiansyah
Alzemendi
5.Pengembangan Pers Mahasiswa
Ketua Bidang : Yaya Mulyamantri
Sekretaris Bidang: Endat Kudratullah
Staff : Ridwan Mahanka
M. Nazir
Putri Paramaditha
Adam
6.Kerjasama, Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
Ketua Bidang : M. Adnan Dani
Sekretaris Bidang: Cici Nurhasanah
Staff : Egia Arga
Hayati Nufus
7.Pengembangan Kewirausahaan
Ketua Bidang : M. Encep
Sekretaris Bidang: D. Muflihah
Staff : Asep Hendi
Atikah Dwi Pujianti
Agil
Sekretaris : M. Rizal Hilaby
Bendahara : Syalwa Elia Rahmawati
Bidang-Bidang:
1.Pengembangan Intelektual
Ketua Bidang : Yanti Siti Hajaroh
Sekretaris Bidang: Siska Indriaani
Staff : Marlin Widiya
Devi Astri Yanti
Brian Sulistio
Ruli
2.Penegakan Kode Etik dan Akhlakul Karimah
Ketua Bidang : Yuyun Yulianti
Sekretaris Bidang: Anindiyanti
Staff : Asep Hari Ismail
Didik Santoso
Aulia Rahman
3.Pengembangan Aparatur Organisasi
Ketua Bidang : Kamal Bayu
Sekretaris Bidang: Mawar Solihat
Staff : Ali Ustman Subki
Siti Aisyah
Aras Abdul Rasyid
Dede Yusuf
Ani Hanifah
4.Olahraga dan Seni
Ketua Bidang : M. Ginanjar
Sekretaris Bidang: Meli Cahyani
Staff : M. Zaki Al-Aziz
Wandi Hidayat
Cika Rizki
Mustakim
Agus Rudiansyah
Alzemendi
5.Pengembangan Pers Mahasiswa
Ketua Bidang : Yaya Mulyamantri
Sekretaris Bidang: Endat Kudratullah
Staff : Ridwan Mahanka
M. Nazir
Putri Paramaditha
Adam
6.Kerjasama, Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
Ketua Bidang : M. Adnan Dani
Sekretaris Bidang: Cici Nurhasanah
Staff : Egia Arga
Hayati Nufus
7.Pengembangan Kewirausahaan
Ketua Bidang : M. Encep
Sekretaris Bidang: D. Muflihah
Staff : Asep Hendi
Atikah Dwi Pujianti
Agil
Rabu, 25 Februari 2009
Guys,,,dO yOu know?
10 taun yang lalu UNESCO menetapkan tanggal 21 February 1999 sebagai HaRi baHaSa iBu IntErNaSioNaL sebagai bentuk respon menurunnya populasi pengguna bahasa ibu setiap tahunnya,,,euhmp,,too bad!!
so,,,let’s start to speak Our mOtHeR tOnGuE now!!! Hayu ah,,urang ngamumule basa indung B’Coz Lamun lain ku urang,,,ku saha deui atuhh??/!!
Wilujeng mieLing basa indung internasional akang,,,teteh,,,n’cang,,,n’cing,,,uda,,,uni,,,!!!
*Press Department*
so,,,let’s start to speak Our mOtHeR tOnGuE now!!! Hayu ah,,urang ngamumule basa indung B’Coz Lamun lain ku urang,,,ku saha deui atuhh??/!!
Wilujeng mieLing basa indung internasional akang,,,teteh,,,n’cang,,,n’cing,,,uda,,,uni,,,!!!
*Press Department*
Jumat, 13 Februari 2009
announcement
bwt tmen2,,,yang mau karya2 or tulisannya dimuat di blog ini, kirim aza karya kmu ke blog_aeds@yahoo.co.id di tunggu ya!!!
Minggu, 14 Desember 2008
Apa Itu Sastra?
Sebagai mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris kita pasti akan disuguhi beberapa sajian mata kuliah mengenai sastra, baik itu Sastra Inggris (jumlah SKS-nya pasti paling buanyak,,,), Sastra Indonesia, dan Sastra Sunda (mata kuliah ini baru lho,,,qta kan kuliah di Bandung, West Java…wayahna yang bukan sundanese kudu bisa!!). Sebagai mahasiswa sastra malu dwonk,,,klo qta ga tau apa itu sastra??!!!
Sastra berasal dari bahasa Sansakerta: śāstra, shastra yang artinya “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, pengertian tersebut diambil kata dasar śās yang berarti instruksi atau ajaran. Nah,,, dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata “sastra” tidak hanya mewakili tulisan indah dan memiliki arti, namun semua jenis tulisan bisa dibentuk sastra,,,lho??!! Jadi sebenarnya “Sastra” itu apa??
Sebenarnya sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Secara tidak langsung sastra sangat berhubungan erat dengan daerah geografis atau bahasa, mau bukti??!! Coba aza bandingkan karya sastra sunda dengan sastra Jepang!! Pasti beda banget!!!
Di bawah ini beberapa kategori sastra yang dikenal di Indonesia:
Novel
Cerita / Cerpen (tertulis / lisan)
Syair
Pantun
Sandiwara / Drama
Lukisan / Kaligrafi
Di bawah ini jenis-jenis sastra berdasatkan letak geografis dan bahasa:
Sastra Nusantara: Sastra Bali, Sastra Batak, Sastra Bugis, Sastra Indonesia (Modern), Sastra Jawa, Sastra Madura, Sastra Makassar, Sastra Melayu, Sastra Minangkabau, Sastra Sasak, Sastra Sunda, Sastra Lampung. // Sastra Barat: Sastra Belanda, Sastra Inggris, Sastra Italia, Sastra Jerman, Sastra Latin, Sastra Perancis, Sastra Rusia, Sastra Spanyol, Sastra Yunani. // Sastra Asia: Sastra Arab, Sastra Tiongkok, Sastra Ibrani, Sastra India Modern, Sastra Jepang, Sastra Parsi, Sastra Sansekerta. <>
Source : Wikipedia
Sastra berasal dari bahasa Sansakerta: śāstra, shastra yang artinya “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, pengertian tersebut diambil kata dasar śās yang berarti instruksi atau ajaran. Nah,,, dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata “sastra” tidak hanya mewakili tulisan indah dan memiliki arti, namun semua jenis tulisan bisa dibentuk sastra,,,lho??!! Jadi sebenarnya “Sastra” itu apa??
Sebenarnya sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Secara tidak langsung sastra sangat berhubungan erat dengan daerah geografis atau bahasa, mau bukti??!! Coba aza bandingkan karya sastra sunda dengan sastra Jepang!! Pasti beda banget!!!
Di bawah ini beberapa kategori sastra yang dikenal di Indonesia:
Novel
Cerita / Cerpen (tertulis / lisan)
Syair
Pantun
Sandiwara / Drama
Lukisan / Kaligrafi
Di bawah ini jenis-jenis sastra berdasatkan letak geografis dan bahasa:
Sastra Nusantara: Sastra Bali, Sastra Batak, Sastra Bugis, Sastra Indonesia (Modern), Sastra Jawa, Sastra Madura, Sastra Makassar, Sastra Melayu, Sastra Minangkabau, Sastra Sasak, Sastra Sunda, Sastra Lampung. // Sastra Barat: Sastra Belanda, Sastra Inggris, Sastra Italia, Sastra Jerman, Sastra Latin, Sastra Perancis, Sastra Rusia, Sastra Spanyol, Sastra Yunani. // Sastra Asia: Sastra Arab, Sastra Tiongkok, Sastra Ibrani, Sastra India Modern, Sastra Jepang, Sastra Parsi, Sastra Sansekerta. <
Source : Wikipedia
Sabtu, 13 Desember 2008
BSI AWARD 2008
The 1st BSI Award
‘Kemesraan yang berlalu’
Sore itu tanggal 12 Desember 2008, di sebuah gedung berlantai dua berlabel ‘Gedung Teater Awal UIN SGD Bandung’ menjadi saksi bisu terlahirnya ‘BSI Award 2008’ pertama dan satu-satunya di UIN SGD Bandung. Sebuah malam yang tak kan mudah dilupakan, sebagai acara puncak dari sebuah event orientasi mahasiswa baru Bahasa dan Sastra Inggris (BSI), yang berlabel English Department Student Excellent Orientation (EDSEO).
Acara ini menyuguhkan beragam acara, dimulai dengan opening ceremony yang berisi sambutan dari ketua Hima dan Ketua Jurusan BSI. “acara seperti ini baru ada di BSI bahkan di UIN….” ucapan itu terlontar dari seorang Bapaknya mahasiswa/i BSI. Setelah memberikan sambutan, dan resmi membuka “BSI Award 2008” dengan tema ‘kemesraan yang berlalu’. Dan dimulailah beragam acara menarik disuguhkan malam itu, mulai dari cuap-cuap MC, performance dari mahasiswa/i BSI, pembacaan pemenang ‘BSI Award 2008’, pemutaran film EDSEO, dan pembagian ‘EDSEO certificate’ dan CD film ‘EDSEO’, acara ini juga disisipkan oleh pembagian hadiah Pekan Olah Raga Sastra Inggris (PORSI) di awal acara.
‘BSI Award 2008’ terdiri dari dua kategori, yaitu penghargaan untuk panitia ‘EDSEO’ dan penghargaan untuk peserta ‘EDSEO’. Untuk kategori peserta terdiri dari: the best dress code (team), the best yell (team), dan peserta cowok-cewek favorit. Sedangkan untuk kategori panitia terdiri dari: panitia cowok-cewek favorit, panitia cowok-cewek tergalak, dan panitia terbaik. Pembacaan pemenang award kategori panitia dimulai dengan panitia cowok favorit yang dibacakan oleh (…………..) “the winner is…Muamar” dengan kompaknya mereka membacakannya. Sedangkan untuk kategori panitia cewek favorit dan panitia terbaik diborong oleh Yanti selaku seksi acara. Dua kategori lainnya yaitu panitia cowok tergalak dimenangkan oleh Igin M.G, dan panitia cewek tegalak dimenangkan oleh Syalwa.
Setelah pembacaan award kategori panitia selesai, tiba saatnya untuk membacakan award kategori peserta. Dimulai oleh Yanti dan Yaya yang membacakan pemenang the best dress code (team), dengan perlahan isi amplop itu dibuka “the award goes to…penyihir” tepuk tangan mengantarkan pemenang naik ke atas podium. Selanjutnya pemenang the best yell (team) dibacakan oleh Siska dan Ridwan yang dimenangkan oleh (……….), dan dua kategori lainnya masing-masing dibacakan oleh Abel dan Aras untuk peserta cewek favorit yang dimenangkan oleh Puji, dan kategori peserta cowok favorit dibacakan ole Bo’i dan Syalwa yang dimenangkan oleh Rifat.
Konsep acara ini menyerupai “Oscar Award” milik Amerika, “Panasonic Awad” milik Indonesia, dan masih banyak lagi event yang menyerupai acara ini. Serupa tapi tak sama,,,apa itu??? Pemenang “BSI Award 2008” tak dapat trophy??!! Tapi meskipun tak mendapat trophy penghargaan, para pemenang tetap berbahagia karena acara malam itu adalah sebuah penghargaan yang tak kan ternilai jika dibandingkan dengan sebuah trophy.
Hal ini diamini oleh Ifat ‘Narji’ mahasiswa BSI semester 1 C, “salut untuk panitia, walaupun peserta terbatas acara tetap berjalan lancar” ujar peserta EDSEO terfavorit ini. Walaupun Narji menilai positif terhadap panitia namun Narji menyayangkan keikutsertaan peserta yang minim. “pesertanya kurang maksimal karena ada tugas Pa Otong yang harus selesai hari senin, itu syarat mengikuti UAS” kata Ifat seorang mahasiswa asal Tangerang ini. Selain karena alasan tugas, Ifat juga menilai publikasinya kurang maksimal, “kalau bisa publikasi jangan lewat SMS, konfirmasi aja langsung. Kalau lewat SMS kan ada kemungkinan ga nyampe SMSnya” begitu kata mahasiswa yang sering disebut Narji oleh teman-temannya.
Ya…memang, malam itu peserta EDSEO yang hadir tidak mencapai 50% jumlah peserta. Sangat disayangkan memang, tetapi walaupun begitu “1st BSI Award” tetap berjalan…. “salut untuk panitia…” kata Narji dengan senyumnya yang khas. Rijal sebagai ketua OC mengakui kekurangan ini, publikasi yang kurang maksimal menjadi faktor sedikitnya peserta EDSEO yang datang pada malam itu. Rijal juga meminta maaf atas kekurangan ini dan berterima kasih kepada peseta yang hadir malam itu.
“Betul memang tidak maksimal karena tadinya kita ga nyangka kalau UAS itu bakalan tanggal 15…jadi kita majuin acaranya…maaf ja buat semua peserta tapi acara berjalan cukup seru.” begitu kata Rijal saat dihubungi lewat ponselnya. Kebijakan rektorat yang berubah ini berdampak langsung terhadap agenda acara Himpunan Mahasiswa BSI / Association of English Department Student (AEDS) tak terkecuali acara ‘BSI Award’.
10.43pm acara ini berakhir,,,ditutup dengan penyerahan ‘EDSEO certificate’ dan CD film ‘EDSEO’ oleh Pak Irman (dosen grammar-nya BSI) secara simbolis kepada empat peserta EDSEO perwakilan dari kelasnya masing-masing. Malam itu mencetak sejarah ‘1st BSI Award’ akankah ada ‘2nd BSI Award’ di tahun depan??? <>
‘Kemesraan yang berlalu’
Sore itu tanggal 12 Desember 2008, di sebuah gedung berlantai dua berlabel ‘Gedung Teater Awal UIN SGD Bandung’ menjadi saksi bisu terlahirnya ‘BSI Award 2008’ pertama dan satu-satunya di UIN SGD Bandung. Sebuah malam yang tak kan mudah dilupakan, sebagai acara puncak dari sebuah event orientasi mahasiswa baru Bahasa dan Sastra Inggris (BSI), yang berlabel English Department Student Excellent Orientation (EDSEO).
Acara ini menyuguhkan beragam acara, dimulai dengan opening ceremony yang berisi sambutan dari ketua Hima dan Ketua Jurusan BSI. “acara seperti ini baru ada di BSI bahkan di UIN….” ucapan itu terlontar dari seorang Bapaknya mahasiswa/i BSI. Setelah memberikan sambutan, dan resmi membuka “BSI Award 2008” dengan tema ‘kemesraan yang berlalu’. Dan dimulailah beragam acara menarik disuguhkan malam itu, mulai dari cuap-cuap MC, performance dari mahasiswa/i BSI, pembacaan pemenang ‘BSI Award 2008’, pemutaran film EDSEO, dan pembagian ‘EDSEO certificate’ dan CD film ‘EDSEO’, acara ini juga disisipkan oleh pembagian hadiah Pekan Olah Raga Sastra Inggris (PORSI) di awal acara.
‘BSI Award 2008’ terdiri dari dua kategori, yaitu penghargaan untuk panitia ‘EDSEO’ dan penghargaan untuk peserta ‘EDSEO’. Untuk kategori peserta terdiri dari: the best dress code (team), the best yell (team), dan peserta cowok-cewek favorit. Sedangkan untuk kategori panitia terdiri dari: panitia cowok-cewek favorit, panitia cowok-cewek tergalak, dan panitia terbaik. Pembacaan pemenang award kategori panitia dimulai dengan panitia cowok favorit yang dibacakan oleh (…………..) “the winner is…Muamar” dengan kompaknya mereka membacakannya. Sedangkan untuk kategori panitia cewek favorit dan panitia terbaik diborong oleh Yanti selaku seksi acara. Dua kategori lainnya yaitu panitia cowok tergalak dimenangkan oleh Igin M.G, dan panitia cewek tegalak dimenangkan oleh Syalwa.
Setelah pembacaan award kategori panitia selesai, tiba saatnya untuk membacakan award kategori peserta. Dimulai oleh Yanti dan Yaya yang membacakan pemenang the best dress code (team), dengan perlahan isi amplop itu dibuka “the award goes to…penyihir” tepuk tangan mengantarkan pemenang naik ke atas podium. Selanjutnya pemenang the best yell (team) dibacakan oleh Siska dan Ridwan yang dimenangkan oleh (……….), dan dua kategori lainnya masing-masing dibacakan oleh Abel dan Aras untuk peserta cewek favorit yang dimenangkan oleh Puji, dan kategori peserta cowok favorit dibacakan ole Bo’i dan Syalwa yang dimenangkan oleh Rifat.
Konsep acara ini menyerupai “Oscar Award” milik Amerika, “Panasonic Awad” milik Indonesia, dan masih banyak lagi event yang menyerupai acara ini. Serupa tapi tak sama,,,apa itu??? Pemenang “BSI Award 2008” tak dapat trophy??!! Tapi meskipun tak mendapat trophy penghargaan, para pemenang tetap berbahagia karena acara malam itu adalah sebuah penghargaan yang tak kan ternilai jika dibandingkan dengan sebuah trophy.
Hal ini diamini oleh Ifat ‘Narji’ mahasiswa BSI semester 1 C, “salut untuk panitia, walaupun peserta terbatas acara tetap berjalan lancar” ujar peserta EDSEO terfavorit ini. Walaupun Narji menilai positif terhadap panitia namun Narji menyayangkan keikutsertaan peserta yang minim. “pesertanya kurang maksimal karena ada tugas Pa Otong yang harus selesai hari senin, itu syarat mengikuti UAS” kata Ifat seorang mahasiswa asal Tangerang ini. Selain karena alasan tugas, Ifat juga menilai publikasinya kurang maksimal, “kalau bisa publikasi jangan lewat SMS, konfirmasi aja langsung. Kalau lewat SMS kan ada kemungkinan ga nyampe SMSnya” begitu kata mahasiswa yang sering disebut Narji oleh teman-temannya.
Ya…memang, malam itu peserta EDSEO yang hadir tidak mencapai 50% jumlah peserta. Sangat disayangkan memang, tetapi walaupun begitu “1st BSI Award” tetap berjalan…. “salut untuk panitia…” kata Narji dengan senyumnya yang khas. Rijal sebagai ketua OC mengakui kekurangan ini, publikasi yang kurang maksimal menjadi faktor sedikitnya peserta EDSEO yang datang pada malam itu. Rijal juga meminta maaf atas kekurangan ini dan berterima kasih kepada peseta yang hadir malam itu.
“Betul memang tidak maksimal karena tadinya kita ga nyangka kalau UAS itu bakalan tanggal 15…jadi kita majuin acaranya…maaf ja buat semua peserta tapi acara berjalan cukup seru.” begitu kata Rijal saat dihubungi lewat ponselnya. Kebijakan rektorat yang berubah ini berdampak langsung terhadap agenda acara Himpunan Mahasiswa BSI / Association of English Department Student (AEDS) tak terkecuali acara ‘BSI Award’.
10.43pm acara ini berakhir,,,ditutup dengan penyerahan ‘EDSEO certificate’ dan CD film ‘EDSEO’ oleh Pak Irman (dosen grammar-nya BSI) secara simbolis kepada empat peserta EDSEO perwakilan dari kelasnya masing-masing. Malam itu mencetak sejarah ‘1st BSI Award’ akankah ada ‘2nd BSI Award’ di tahun depan??? <
Senin, 20 Oktober 2008
WOiiiii..........
Hi…kawan, ini saatnya BSI exist di permukaan (dulu kemana aza…tenggelem kale??). sudah menjadi sebuah kebiasaan Qta (mahasiswa satra Inggris UIN BDG) kmpul2 dlm acara English Conversation Club a.k.a ECC once a week. Sekarang saatnya Qta exist di kampus orang laen, Qta adain silaturahmi ke kampus tetangga (rencananya seh…ke UPI BDG). Kan kata Rosul juga silaturahmi itu dpt memanjangkan umur, gto ya pa ustad? Oleh karena itu untuk lebih prepare lg, Qta siapin mental, penampilan (itu yg utama), kesehatan (itu juga penting) and d’most important is artos, so kumpulin artos dari sekarang bwt akomodasi, transportasi, dokumentasi, konsumsi, aliterasi, asonansi, de el el…. (itu kan bisa di manage sama kosma masing2), Setuju gak kawan??? Rencananya Qta pergi k sono pertngahan atw sblm akhir semester genap, jadi Qta punya waktu bwt nabung DARI SEKARANG, sedikit demi sedikit kan lama2 jadi sakit,,,,eh,buKiT!!!
Insya Alloh berkah,,,kan niatnya juga silaturahmi skalian aza maen + refreshing….
Mau tau info slanjutnya? Tongkrongin trus blog ini + ikutan ECC every week.
Insya Alloh berkah,,,kan niatnya juga silaturahmi skalian aza maen + refreshing….
Mau tau info slanjutnya? Tongkrongin trus blog ini + ikutan ECC every week.
Berbahasa Ibu di Kampus?
Oleh: Yaya Mulyamantri
Bahasa dapat kita klasifikasikan menjadi empat tingkatan, yaitu: bahasa ibu atau dalam istilah bahasa Inggris disebut mother tongue, bahasa daerah, bahasa nasional, dan bahasa internasional. Di zaman globalisasi saat ini bahasa sangat penting, agar kita tidak ketinggalan informasi kita sebaiknya menguasai keempat klasifikasi tersebut. Bahasa ibu sebagai bahasa yang digunakan di rumah; bahasa daerah digunakan di lingkungan tempat tinggal; bahasa nasional biasanya digunakan di lingkungan pemerintahan, pengadilan, pendidikan dan lainnya (bersifat formal) sebagai bahasa persatuan; dan bahasa internasional digunakan untuk berinteraksi dengan masyarakat dunia untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi.
Sebagai mahasiswa kita seharusnya menguasai keempat bahasa tersebut karena bahasa ini sangatlah penting sebagai alat untuk mendapatkan banyak informasi. Tetapi sekarang kita tidak akan mengulas keempat bahasa ini, kita akan lebih menyoroti bahasa ibu (mother tongue) khususnya bahasa sunda yang sudah memiliki banyak perubahan. Sebagai orang sunda kita harus menyoroti pergeseran bahasa sunda baik secara makna maupun penggunaannya. Kita sekarang banyak menemukan kosakata sunda yang digunakan tidak pada tempatnya.
Bahasa ibu biasanya dianggap sebagai bahasa yang pertama dikenal dan diajarkan di rumah. Bahasa ibu biasanya sangat berhubungan erat dengan mother talk atau baby talk. Sebagai masyarakat Jawa Barat yang dilahirkan di Bandung seharusnya kita mendapatkan bahasa sunda sebagai mother tongue. Tetapi fenomena sekarang ini banyak orang tua yang mengajarkan anaknya bahasa Indonesia yang sebenarnya berfungsi sebagai bahasa nasional. Sebenarnya masih ada orang tua yang mengajarkan bahasa sunda tetapi sudah memiliki banyak pergeseran baik penempatannya maupun maknanya.
Sebelum mengulas lebih lanjut, sebaiknya kita flashback bagaimana sejarah bahasa sunda. Bahasa sunda diresmikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1912 dan tercatat dalam World Language Report dari UNESCO ETXEA yang berpusat di Bilbao Basque Country pada tahun 2001 (melalui kuesioner). Bahasa sunda telah lama diteliti sejak tahun 1912 bahkan sampai diadakan Kongres Bahasa Sunda tahun 1952 dan akhirnya kita mengenal bahasa sunda saat ini yang telah memiliki pergeseran makna.
Sebenarnya pergeseran bahasa sunda sudah ada sejak dulu, seperti kosakata serapan dari bahasa Cina: ci artinya cai, ngawuluku (wu: lima, ku: jenis padi, lu:bajak, dan kia: yang diteriakan kepada kerbau) artinya membajak sawah, seka (si-ka) artinya mencuci sedangkan mencuci muka: sibeungeut (si-bing-e). Apakah sekarang ada pergeseran bahasa yang baru? Tetapi sekarang kita lebih banyak melihat pergeseran dalam makna dan penempatan bukan dalam pergeseran bahasa khususnya bahasa serapan. Jadi, apa yang harus kita lakukan sebagai orang sunda?
Di dunia kampus khususnya, kita akan banyak menemukan beberapa kejanggalan dalam berbahasa khusunya bahasa sunda. Memang benar, tidak semua mahasiswa di Bandung atau Jawa Barat seorang Sudanese, tetapi sebaiknya sebagai orang sunda kita harus memeliharanya dengan cara berkomunikasi dengan bahasa sunda kepada orang sunda lagi tentunya. Namun demikian, bahasa Indonesia tetap digunakan sebagai komunikasi dalam ruang pendidikan bukan bahasa pergaulan sehari-hari di kampus.
Mengapa kita harus memelihara bahasa ibu? Menurut penelitian 6000 bahasa di dunia 50% akan punah. Indonesia yang memiliki sekitar 731 bahasa berpeluang punah sampai sekarang khususnya bahasa daerah. Salah satu penyebabnya adalah kurang kompetennya generasi muda dalam berbahasa khususnya bahasa ibu. Oleh karena itu, mari kita pelihara bahasa ibu bukan hanya bahasa sunda tetapi kita pelihara bahasa ibu masing-masing.
Untuk mengatasi problem ini UNESCO mencanangkan Hari Bahasa Ibu Internasional sejak tahun 1991. Peringatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran terhadap bahasa ibu. Karena bahasa ibu, bahasa sunda khususnya berperan sebagai bahasa budaya berbeda dengan bahasa nasional (Indonesia) sebagai contoh, orang sunda akan menjawab bersin dengan kata hurip waras atau dalam bahasa Inggris bless you.
Mari kita budayakan bahasa ibu di kampus-kampus sebagai bahasa pergaulan. Peringatan Hari Ibu Internasional bisa kita jadikan alat untuk memelihara bahasa ibu dengan diadakan diskusi-diskusi atau acara-acara yang mendukung terhadap existence mother tongue. So, berbahasa ibu di kampus, mengapa tidak?
Penulis adalah mahasiswa S1 jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN SGD Bandung
Bahasa dapat kita klasifikasikan menjadi empat tingkatan, yaitu: bahasa ibu atau dalam istilah bahasa Inggris disebut mother tongue, bahasa daerah, bahasa nasional, dan bahasa internasional. Di zaman globalisasi saat ini bahasa sangat penting, agar kita tidak ketinggalan informasi kita sebaiknya menguasai keempat klasifikasi tersebut. Bahasa ibu sebagai bahasa yang digunakan di rumah; bahasa daerah digunakan di lingkungan tempat tinggal; bahasa nasional biasanya digunakan di lingkungan pemerintahan, pengadilan, pendidikan dan lainnya (bersifat formal) sebagai bahasa persatuan; dan bahasa internasional digunakan untuk berinteraksi dengan masyarakat dunia untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi.
Sebagai mahasiswa kita seharusnya menguasai keempat bahasa tersebut karena bahasa ini sangatlah penting sebagai alat untuk mendapatkan banyak informasi. Tetapi sekarang kita tidak akan mengulas keempat bahasa ini, kita akan lebih menyoroti bahasa ibu (mother tongue) khususnya bahasa sunda yang sudah memiliki banyak perubahan. Sebagai orang sunda kita harus menyoroti pergeseran bahasa sunda baik secara makna maupun penggunaannya. Kita sekarang banyak menemukan kosakata sunda yang digunakan tidak pada tempatnya.
Bahasa ibu biasanya dianggap sebagai bahasa yang pertama dikenal dan diajarkan di rumah. Bahasa ibu biasanya sangat berhubungan erat dengan mother talk atau baby talk. Sebagai masyarakat Jawa Barat yang dilahirkan di Bandung seharusnya kita mendapatkan bahasa sunda sebagai mother tongue. Tetapi fenomena sekarang ini banyak orang tua yang mengajarkan anaknya bahasa Indonesia yang sebenarnya berfungsi sebagai bahasa nasional. Sebenarnya masih ada orang tua yang mengajarkan bahasa sunda tetapi sudah memiliki banyak pergeseran baik penempatannya maupun maknanya.
Sebelum mengulas lebih lanjut, sebaiknya kita flashback bagaimana sejarah bahasa sunda. Bahasa sunda diresmikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1912 dan tercatat dalam World Language Report dari UNESCO ETXEA yang berpusat di Bilbao Basque Country pada tahun 2001 (melalui kuesioner). Bahasa sunda telah lama diteliti sejak tahun 1912 bahkan sampai diadakan Kongres Bahasa Sunda tahun 1952 dan akhirnya kita mengenal bahasa sunda saat ini yang telah memiliki pergeseran makna.
Sebenarnya pergeseran bahasa sunda sudah ada sejak dulu, seperti kosakata serapan dari bahasa Cina: ci artinya cai, ngawuluku (wu: lima, ku: jenis padi, lu:bajak, dan kia: yang diteriakan kepada kerbau) artinya membajak sawah, seka (si-ka) artinya mencuci sedangkan mencuci muka: sibeungeut (si-bing-e). Apakah sekarang ada pergeseran bahasa yang baru? Tetapi sekarang kita lebih banyak melihat pergeseran dalam makna dan penempatan bukan dalam pergeseran bahasa khususnya bahasa serapan. Jadi, apa yang harus kita lakukan sebagai orang sunda?
Di dunia kampus khususnya, kita akan banyak menemukan beberapa kejanggalan dalam berbahasa khusunya bahasa sunda. Memang benar, tidak semua mahasiswa di Bandung atau Jawa Barat seorang Sudanese, tetapi sebaiknya sebagai orang sunda kita harus memeliharanya dengan cara berkomunikasi dengan bahasa sunda kepada orang sunda lagi tentunya. Namun demikian, bahasa Indonesia tetap digunakan sebagai komunikasi dalam ruang pendidikan bukan bahasa pergaulan sehari-hari di kampus.
Mengapa kita harus memelihara bahasa ibu? Menurut penelitian 6000 bahasa di dunia 50% akan punah. Indonesia yang memiliki sekitar 731 bahasa berpeluang punah sampai sekarang khususnya bahasa daerah. Salah satu penyebabnya adalah kurang kompetennya generasi muda dalam berbahasa khususnya bahasa ibu. Oleh karena itu, mari kita pelihara bahasa ibu bukan hanya bahasa sunda tetapi kita pelihara bahasa ibu masing-masing.
Untuk mengatasi problem ini UNESCO mencanangkan Hari Bahasa Ibu Internasional sejak tahun 1991. Peringatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran terhadap bahasa ibu. Karena bahasa ibu, bahasa sunda khususnya berperan sebagai bahasa budaya berbeda dengan bahasa nasional (Indonesia) sebagai contoh, orang sunda akan menjawab bersin dengan kata hurip waras atau dalam bahasa Inggris bless you.
Mari kita budayakan bahasa ibu di kampus-kampus sebagai bahasa pergaulan. Peringatan Hari Ibu Internasional bisa kita jadikan alat untuk memelihara bahasa ibu dengan diadakan diskusi-diskusi atau acara-acara yang mendukung terhadap existence mother tongue. So, berbahasa ibu di kampus, mengapa tidak?
Penulis adalah mahasiswa S1 jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN SGD Bandung
Jumat, 17 Oktober 2008
PENTING UNTUK REMAJA
Remaja Membutuhkan Pendidikan Reproduksi
MASA pancaroba bagi remaja disebut-sebut sebagai periode yang susah-susah gampang bagi orangtua untuk menanganinya. Kebanyakan orangtua mengakui bahwa memberi bekal untuk remaja putri agar mereka mampu menghadapi berbagai gejolak kehidupan sebenarnya tidaklah mudah.
Meski orangtua sudah bersusah payah menyediakan berbagai fasilitas, termasuk pendidikan yang terbaik untuk anak putri mereka, namun toh orangtua takkan sanggup menghindari godaan dunia yang semakin menghadang kehidupan remaja global sekarang ini.
Perkembangan teknologi komunikasi yang menyebar berbagai informasi dan hiburan budaya pop, kini semakin deras dan takkan mungkin bisa dibendung hanya dengan mengurng anak di rumah atau dengan menyediakan berbagai fasilitas canggih di rumah.
Sesuai dengan perkembangannya, anak-anak putri masa kini tak mungkin dipingit seperti cerita novel Siti Nurbaya, karena kehidupan menuntut mereka untuk tampil lebih luwes dan lebih bergaul dengan dunia luar. Dengan demikian, berbagai acara darmawisata, diskotik, nonton, ikut klub olahraga, sudah menjadi bagian acara rutin remaja.
Hampir semua remaja di belahan dunia mana pun sekarang ini berada dalam situasi yang penuh godaan dengan semakin banyaknya hiburan di media yang menyesatkan.
Dengan informasi yang terbatas dan perkembangan emosi yang masih labil, mereka sudah dihadapkan pada berbagai godaan seperti film-film Barat yang menawarkan nilai-nilai sangat bertentangan dengan nilai-nilai budaya Timur.
Itu sebabnya, seorang kepala SMU favorit di Jakarta sangat terperanjat ketika mengetahui ada siswi yang terlibat dalam 'transaksi seks' hanya karena dorongan seks semata bukan uang atau kebutuhan materi lainnya.
Namun yang jelas dari berbagai data empiris yang ada, sebenarnya anak-anak remaja putri itu sangat membutuhkan pendidikan seks yang benar. Diakui, sebagian besar masyarakat memang masih meragukan manfaat pendidikan seks itu bagi remaja putri, namun dengan melihat semakin membangkaknya jumlah remaja yang hamil di berbagai belahan dunia, maka pandangan yang masih ragu-ragu itu agaknya perlu segera menyadarinya.
Kehamilan tak diharapkan:
Data terakhir, sekitar 60 persen kelahiran anak di kalangan remaja di dunia adalah kehamilan yang tak diharapkan. Satu di antara remaja usia 19 tahun tidak mempunyai akses untuk mendapat kontrasepsi.
Lebih dari dua pertiga wanita di negara berkembang mendapat pendidikan kurang dari sembilan tahun, demikian laporan Alan Guttmacher Institute, suatu lembaga penelitian kesehatan nonprofit.
"Kehidupan anak-anak muda ini sungguh mengenaskan," ujar Jeannie Rosoff, presiden lembaga tersebut.
"Sebagian remaja outri itu terpaksa drop out, karena harus segera menikah, dan sebagian lagi mengalamai eksploitasi seks. Namun banyak diantaranya yang tidak ingin menyerah pada nasib, dan berusaha untuk bangkit mengatasi hidupnya," tambahnya.
Ia menyatakan temuannya itu sebagai hasil perbandingan statistik dari 53 negara di seluruh dunia dengan jumlah penduduk sekitar 75 persen dari seluruh penduduk dunia.
Ditemukan, bahwa remaja putri di negara berkembang yang terpaksa keluar dari sekolah, sudah melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun, menikah muda dan tidak pernah menggunaakan kontrasepsi.
Oleh sebab itu, menurut para akhli, hanya dengan pendidikanlah untuk dapat menyelamatkan remaja putri di seluruh dunia. "Terbukti, anak-anak yang menikah muda ternyata menurun tajam di negara-negara yang dengan serius memperhatikan pendidikan dengan menyediakan akses cukup untuk mendapat pendidikan, sosial, kesehatan," demikian dilaporkan lembaga itu.
"Masih di negara berkembang, banyak wanita sudah mempunyai anak pertama pada usia di bawah 18 tahun, sementara wanita-wanita di desa-desa dengan pendidikan tidak menyukai kontrasepsi, dan hampir semuanya terpaksa melahirkan dan menemui risiko kehamilan yang cukup gawat," demikian laporan itu.
Namun masalah ini sebenarnya bukan urusan negara berkembang saja. Di Amerika Serikat, tujuh di antara 10 remaja yang melahirkan adalah kelahiran yang tak diinginkan.
Jika mereka mampu menunda beberapa tahun saja untuk punya anak atau keluarga, mungkin jumlah anak akan lebih sedikit dan dapat menghindari resiko kehamilan muda, bahkan mungkin mampu menjadi anggota masyarakat yang lebiuh produktif.
Bekal iman, pendidikan, pergaulan yang sehat, serta hubungan yang mesra antara orangtua dengan anak serta keterbukaan dalam ekeluarga merupakan bekal yang amat berharga bagi remaja putri agar mereka dapat meniti kehidupan dengan selamat. (anspek/O-1)
sumber:Media Indonesia Online, 23 November 2003
Kesetaraan Cowok dan Cewek
Wah susah banget ya jadi cewek! Begitu banyak pesan: awas pemerkosaanlah, pelecehan seksual-lah, atau tindak kriminal lain. Belum lagi kalau "salah" pakai baju. Bahkan, karena sering dianggap lemah dan mesti dilindungi, sering kali cewek hanya "pantas" dijadikan "korban". Kalau begitu, betapa tidak enaknya menjadi cewek.
Pengalaman ini melekat dan diajarkan secara turun-temurun oleh orangtua kita, masyarakat, serta lembaga pendidikan yang ada dengan sengaja atau tanpa sengaja. Demikian sistematis dan lamanya pola pengajaran perilaku (peran) ini sehingga membuat kita berpikir bahwa memang demikianlah adanya peran-peran yang harus kita jalankan. Bahkan, kita menganggapnya sebagai kodrat. "Kan memang kodrat gue sebagai cewek untuk lemah gemulai, mau menerima apa adanya, dan enggak boleh membantah. Sementara saudara gue yang cowok harus berani, tegas, dan bisa ngatur!" Begini kita sering memahami peran jenis kelamin kita, bukan?
Dari kecil kita telah diajarkan, cowok akan diberikan mainan yang memperlihatkan kedinamisan, tantangan, dan kekuatan, seperti mobil-mobilan dan pedang-pedangan. Sedangkan cewek diberikan mainan boneka, setrikaan, alat memasak, dan lainnya.
Lalu, ketika mulai sekolah dasar, dalam buku bacaan pelajaran juga digambarkan peran-peran jenis kelamin, contohnya, "Bapak membaca koran, sementara Ibu memasak di dapur". Peran-peran hasil bentukan sosial-budaya inilah yang disebut dengan peran jender. Peran yang menghubungkan pekerjaan dengan jenis kelamin. Apa yang "pantas" dan "tidak pantas" dilakukan sebagai seorang cowok atau cewek.
Kondisi ini enggak ada salahnya kok. Nah, akan menjadi bermasalah ketika peran-peran yang telah diajarkan kemudian menempatkan salah satu jenis kelamin (baik cowok maupun cewek) pada posisi yang tidak menguntungkan. Karena enggak semua cowok mampu bersikap tegas dan bisa ngatur, maka cowok yang lembut akan dicap banci. Sedangkan jika cewek lebih berani dan tegas akan dicap tomboi. Tentu saja hal ini enggak enak dan memberikan tekanan.
Memperjuangkan kesetaraan
Memperjuangkan kesetaraan bukanlah berarti mempertentangkan dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Tetapi, ini lebih kepada membangun hubungan (relasi) yang setara. Kesempatan harus terbuka sama luasnya bagi cowok atau cewek, sama pentingnya, untuk mendapatkan pendidikan, makanan yang bergizi, kesehatan, kesempatan kerja, termasuk terlibat aktif dalam organisasi sosial-politik dan proses-proses pengambilan keputusan.
Hal ini mungkin bisa terjadi jika mitos-mitos seputar citra (image) menjadi "cowok" dan "cewek" dapat diperbaiki. Memang enggak ada cara lain. Sebagai cowok ataupun cewek, kita harus menyadari bahwa kita adalah pemain dalam kondisi (hubungan) ini. Jadi, untuk bisa mengubah kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan ini, maka baik sebagai cowok ataupun cewek kita harus terlibat.
Meskipun banyak korban dari sistem yang ada sekarang adalah cewek, bukan berarti usaha-usaha untuk mengubahnya adalah tanggung jawab cewek semata. Karena ini menyangkut sistem sosial-budaya, tentu saja kesepakatan harus dibangun di antara kita dong, baik sebagai cewek ataupun cowok. Lalu bagaimana kita memulainya?
1 Bangun kesadaran diri
Hal pertama yang mesti kita lakukan adalah membangun kesadaran diri. Ini bisa dilakukan melalui pendidikan. Karena peran-peran yang menimbulkan relasi tak setara terjadi akibat pengajaran dan sosialisasi, cara mengubahnya juga melalui pengajaran dan sosialisasi baru. Kita bisa melakukan latihan atau diskusi secara kritis. Minta profesional, aktivis kesetaraan jender, atau siapa pun yang kita pandang mampu membantu untuk memandu pelatihan dan diskusi yang kita adakan bersama.
2 Bukan urusan cewek semata
Kita harus membangun pemahaman dan pendekatan baru bahwa ini juga menyangkut cowok. Tidak mungkin akan terjadi perubahan jika cowok tidak terlibat dalam usaha ini. Cewek bisa dilatih untuk lebih aktif, berani, dan mampu mengambil keputusan, sedangkan cowok pun perlu dilatih untuk menghormati dan menghargai kemampuan cewek dan mau bermitra untuk maju.
3 Bicarakan
Salah satu cara untuk memulai perubahan adalah dengan mengungkapkan hal-hal yang menimbulkan tekanan atau diskriminasi. Cara terbaik adalah bersuara dan membicarakannya secara terbuka dan bersahabat. Harus ada media untuk membangun dialog untuk menyepakati cara-cara terbaik membangun relasi yang setara dan adil antarjenis kelamin. Bukankah ini jauh lebih membahagiakan?
4 Kampanyekan
Karena ini menyangkut sistem sosial-budaya yang besar, hasil dialog atau kesepakatan untuk perubahan yang lebih baik harus kita kampanyekan sehingga masyarakat dapat memahami idenya dan dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan. Termasuk di dalamnya mengubah cara pikir dan cara pandang masyarakat melihat "cowok" dan "cewek" dalam ukuran "kepantasan" yang mereka pahami. Masyarakat harus memahami bahwa beberapa sistem sosial-budaya yang merupakan produk cara berpikir sering kali enggak berpihak, menekan, dan menghambat peluang cewek untuk memiliki kesempatan yang sama dengan cowok. Jadi ini memang soal mengubah cara pikir.
5 Terapkan dalam kehidupan sehari-hari
Tidak ada cara terbaik untuk merealisasikan kondisi yang lebih baik selain menerapkan pola relasi yang setara dalam kehidupan kita masing-masing. Tentu saja semua harus dimulai dari diri kita sendiri, lalu kemudian kita dorong orang terdekat kita untuk menerapkannya. Mudah-mudahan dampaknya akan lebih meluas.
Harry Kurniawan Cemara PKBI Sumatera Barat
Peer Pressure Vs Peer Motivation
Oleh: Heri Susanto PKBI DKI Jakarta
Suka atau enggak, begitu banyak persoalan yang kita hadapi sebagai remaja. Mulai dari masalah yang paling umum, sederhana, tapi juga sekaligus ”rumit”, yaitu seputar kisah asmara, sampai masalah-masalah yang bergesekan dengan hukum dan tatanan sosial yang berlaku di sekitar kita.
Secara sadar, tentu kita enggak pernah menginginkannya. Namun kenyataannya sh*t happens. Ada aja kejadian yang menggiring kita ke arah sana. Alasannya macam-macam. Misalnya, dengan tujuan untuk menunjukkan solidaritas antarteman, mendapatkan pengakuan dari kelompok, atau untuk menunjukkan identitas diri. Bisa juga untuk menunjukkan kemandirian, meminta pembuktian cinta, dan lain sebagainya. The problem is, banyak yang mengambil pilihan solusi yang salah.
Ujung-ujungnya malah jadi dianggap melakukan ”kenakalan-kenakalan”. Kayak tawuran, nge-drugs, malak, bolos sekolah, kekerasan dalam pacaran, pemerkosaan terhadap teman atau bahkan pacar, bersikap konfrontatif terhadap orangtua, dan lain-lain.
Memang banyak ahli psikologi yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang penuh masalah, penuh gejolak, penuh risiko (secara psikologis), over energi, dan lain sebagainya, yang disebabkan oleh aktifnya hormon-hormon tertentu.
Masalahnya, apa yang dibilang para ahli itu justru menggiring sebagian kita pada pemahaman bahwa keadaan atau perilaku tersebut adalah sebuah kewajaran baru. Yang akan tetap lestari dari generasi ke generasi. Waduh! Ngeri dong?
”Peer pressure”
Minat untuk berkelompok menjadi bagian dari proses tumbuh kembang yang kita alami. Yang dimaksud di sini bukan sekadar kelompok biasa, melainkan sebuah kelompok yang memiliki kekhasan orientasi, nilai-nilai, norma, dan kesepakatan yang secara khusus hanya berlaku dalam kelompok tersebut. Atau yang biasa disebut geng. Biasanya kelompok semacam ini memiliki usia sebaya atau bisa juga disebut peer group.
Demi geng ini kita sering kali dengan rela hati mau melakukan dan mengorbankan apa pun hanya karena sebuah kata-kata ”sakti”, yaitu solidaritas. Luar biasa memang jika geng ini memiliki arah kemudi yang tepat sehingga bisa menjadi wadah positif bagi kita. Tapi yang menjadi persoalan adalah terkadang solidaritas di antara kita itu bersifat semu, buta, dan destruktif, yang malah mencederai makna solidaritas itu sendiri.
Demi alasan solidaritas, sebuah geng sering kali memberikan tantangan atau tekanan-tekanan kepada anggota kelompoknya (peer pressure) yang terkadang berlawanan dengan hukum atau tatanan sosial yang ada. Tekanan itu bisa saja berupa paksaan untuk menggunakan narkoba, mencium pacar, melakukan hubungan seks, melakukan penodongan, bolos sekolah, tawuran, merokok, corat-coret tembok, dan masih banyak lagi.
Secara individual, awalnya kita mungkin merasa enggak nyaman melakukan ”tantangan” itu. Tapi karena ada peer pressure, plus rasa ketidakberdayaan untuk meninggalkan kelompok, serta ketidakmampuan untuk mengatakan ”tidak”, akhirnya apa pun yang dikehendaki kelompok secara terpaksa dilakukan. Lama-kelamaan menjadi kebiasaan dan akhirnya melekat menjadi sebuah karakter yang diwujudkan dalam berbagai macam perilaku negatif.
Peer pressure tidak hanya bisa diperoleh dari kelompok, tapi bisa juga dari individu, walaupun biasanya tekanan dari individu tidak lebih berat dari tekanan kelompok. Dari individu maupun kelompok, peer pressure dapat berpengaruh buruk dalam kehidupan kita, bisa dalam bentuk perubahan perilaku negatif atau pengaruh psikologis seperti rasa takut, sedih, minder, dan cemas, yang tentunya akan memengaruhi pencitraan orang lain terhadap kita.
”Peer motivation”
Hidup adalah sebuah pilihan. Jika kita mau melihat ke berbagai sisi dalam menjalani berbagai pernak-pernik kehidupan kita, kita akan selalu menemukan alternatif untuk segala hal, termasuk mau diarahkan ke mana pola pergaulan kita.
Kelompok atau teman sebaya memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menentukan arah hidup kita. Jika kita berada dalam lingkungan pergaulan yang penuh dengan ”energi negatif” seperti yang terurai di atas, segala bentuk sikap, perilaku, dan tujuan hidup kita menjadi negatif. Sebaliknya, jika kita berada dalam lingkungan pergaulan yang selalu menyebarkan ”energi positif”, yaitu sebuah kelompok yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan peluang untuk mengaktualisasikan diri secara positif kepada semua anggotanya, kita juga akan memiliki sikap yang positif. Prinsipnya, perilaku kelompok itu bersifat menular.
Motivasi dalam kelompok (peer motivation) adalah salah satu contoh energi yang memiliki kekuatan luar biasa, yang cenderung melatarbelakangi apa pun yang kita lakukan. Dalam konteks motivasi yang positif, seandainya ini menjadi sebuah budaya dalam geng, barangkali tidak akan ada lagi kata-kata ”kenakalan remaja” yang dialamatkan kepada kita. Lembaga pemasyarakatan juga tidak akan lagi dipenuhi oleh penghuni berusia produktif, dan di negeri tercinta ini akan semakin banyak orang sukses berusia muda. Kita juga tidak perlu lagi merasakan peer pressure, yang bisa bikin kita stres.
Budaya dalam geng tentunya tidak dapat diubah dengan sim salabim abra kadabra. Perlu komitmen yang besar dari masing-masing individu yang terlibat dalam kelompok tersebut. Semua berawal dari niat yang baik untuk selalu menjadi lebih baik. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memulai.
Pertama, berpikir positif. Segala bentuk sikap dan perilaku kita adalah perwujudan dari apa yang kita pikirkan. Jadi, dengan kata lain, perlakuan kita terhadap orang lain bergantung pada penilaian kita terhadap orang tersebut. Jika kita memiliki penilaian yang positif terhadap seseorang di antara sekian anggota geng yang lain, kita akan cenderung bersikap baik terhadap orang tersebut dan cenderung menolerir setiap kesalahan yang diperbuatnya. Begitu pula sebaliknya kita akan banyak melihat banyak kesalahan pada orang yang tidak kita sukai.
Nah, kalau kondisinya sudah seperti ini, biasanya akan ada ”tumbal” yang selalu jadi korban dalam sebuah geng, yaitu orang yang paling dipandang negatif. Di samping itu, cara pandang yang positif terhadap masing-masing anggota kelompok juga penting. Prinsipnya dianggap orang baik adalah kebutuhan semua orang. Jika kebutuhan itu terpenuhi, maka akan dapat meningkatkan citra diri yang positif masing-masing individu, dan itu akan berdampak pada perilaku yang positif pula.
Kedua, tentukan tujuan. Untuk apa geng itu dibentuk harus benar-benar memiliki tujuan jelas sehingga energi kita tersalurkan pada hal-hal yang terarah dan tidak terbuang sia-sia. Masing-masing anggota akan tahu apa yang harus dilakukan dan tentunya akan lebih produktif. Sebagai analogi, sebuah coretan tembok yang memiliki tujuan dan konsep yang jelas justru akan dapat memperindah suasana kota. Bahkan terkadang memiliki pesan-pesan yang bermakna. Sebaliknya, coretan-coretan yang asal-asalan justru akan menimbulkan kesan kumuh dan tentunya tidak indah. Pekerjaan yang sama akan memberikan hasil yang berbeda hanya karena tujuannya berbeda. Begitu pula dengan kelompok. So..., apa tujuan kita nge-geng?
Ketiga, dukungan kelompok. Masing-masing anggota kelompok harus bisa memberikan dukungan yang positif terhadap anggotanya, bukan malah saling memojokkan. Berikan semangat bagi yang melakukan kegagalan agar bisa memperbaiki, karena kegagalan adalah separuh perjalanan menuju sukses, dan berikan apresiasi yang tulus kepada yang berhasil memperbaiki dan melakukan kebaikan, sekecil apa pun prestasinya.
Seandainya selama ini kita selalu memberikan dukungan kepada teman kita kepada hal-hal yang lebih negatif dan kita selalu menganggapnya hebat jika teman kita mampu menyelesaikan hal ”konyol” dan ”bodoh”, kita harus berubah. Dukungan positif tidak hanya bermanfaat untuk orang lain, tapi juga mampu memberikan semangat kepada diri kita karena kita juga akan merasa terpacu. Di samping itu, dukungan positif juga penting untuk menjaga agar geng tetap terus bergerak secara energik dalam mencapai tujuan.
Sumber: Harian Kompas, Jumat, 07 April 2006
MASA pancaroba bagi remaja disebut-sebut sebagai periode yang susah-susah gampang bagi orangtua untuk menanganinya. Kebanyakan orangtua mengakui bahwa memberi bekal untuk remaja putri agar mereka mampu menghadapi berbagai gejolak kehidupan sebenarnya tidaklah mudah.
Meski orangtua sudah bersusah payah menyediakan berbagai fasilitas, termasuk pendidikan yang terbaik untuk anak putri mereka, namun toh orangtua takkan sanggup menghindari godaan dunia yang semakin menghadang kehidupan remaja global sekarang ini.
Perkembangan teknologi komunikasi yang menyebar berbagai informasi dan hiburan budaya pop, kini semakin deras dan takkan mungkin bisa dibendung hanya dengan mengurng anak di rumah atau dengan menyediakan berbagai fasilitas canggih di rumah.
Sesuai dengan perkembangannya, anak-anak putri masa kini tak mungkin dipingit seperti cerita novel Siti Nurbaya, karena kehidupan menuntut mereka untuk tampil lebih luwes dan lebih bergaul dengan dunia luar. Dengan demikian, berbagai acara darmawisata, diskotik, nonton, ikut klub olahraga, sudah menjadi bagian acara rutin remaja.
Hampir semua remaja di belahan dunia mana pun sekarang ini berada dalam situasi yang penuh godaan dengan semakin banyaknya hiburan di media yang menyesatkan.
Dengan informasi yang terbatas dan perkembangan emosi yang masih labil, mereka sudah dihadapkan pada berbagai godaan seperti film-film Barat yang menawarkan nilai-nilai sangat bertentangan dengan nilai-nilai budaya Timur.
Itu sebabnya, seorang kepala SMU favorit di Jakarta sangat terperanjat ketika mengetahui ada siswi yang terlibat dalam 'transaksi seks' hanya karena dorongan seks semata bukan uang atau kebutuhan materi lainnya.
Namun yang jelas dari berbagai data empiris yang ada, sebenarnya anak-anak remaja putri itu sangat membutuhkan pendidikan seks yang benar. Diakui, sebagian besar masyarakat memang masih meragukan manfaat pendidikan seks itu bagi remaja putri, namun dengan melihat semakin membangkaknya jumlah remaja yang hamil di berbagai belahan dunia, maka pandangan yang masih ragu-ragu itu agaknya perlu segera menyadarinya.
Kehamilan tak diharapkan:
Data terakhir, sekitar 60 persen kelahiran anak di kalangan remaja di dunia adalah kehamilan yang tak diharapkan. Satu di antara remaja usia 19 tahun tidak mempunyai akses untuk mendapat kontrasepsi.
Lebih dari dua pertiga wanita di negara berkembang mendapat pendidikan kurang dari sembilan tahun, demikian laporan Alan Guttmacher Institute, suatu lembaga penelitian kesehatan nonprofit.
"Kehidupan anak-anak muda ini sungguh mengenaskan," ujar Jeannie Rosoff, presiden lembaga tersebut.
"Sebagian remaja outri itu terpaksa drop out, karena harus segera menikah, dan sebagian lagi mengalamai eksploitasi seks. Namun banyak diantaranya yang tidak ingin menyerah pada nasib, dan berusaha untuk bangkit mengatasi hidupnya," tambahnya.
Ia menyatakan temuannya itu sebagai hasil perbandingan statistik dari 53 negara di seluruh dunia dengan jumlah penduduk sekitar 75 persen dari seluruh penduduk dunia.
Ditemukan, bahwa remaja putri di negara berkembang yang terpaksa keluar dari sekolah, sudah melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun, menikah muda dan tidak pernah menggunaakan kontrasepsi.
Oleh sebab itu, menurut para akhli, hanya dengan pendidikanlah untuk dapat menyelamatkan remaja putri di seluruh dunia. "Terbukti, anak-anak yang menikah muda ternyata menurun tajam di negara-negara yang dengan serius memperhatikan pendidikan dengan menyediakan akses cukup untuk mendapat pendidikan, sosial, kesehatan," demikian dilaporkan lembaga itu.
"Masih di negara berkembang, banyak wanita sudah mempunyai anak pertama pada usia di bawah 18 tahun, sementara wanita-wanita di desa-desa dengan pendidikan tidak menyukai kontrasepsi, dan hampir semuanya terpaksa melahirkan dan menemui risiko kehamilan yang cukup gawat," demikian laporan itu.
Namun masalah ini sebenarnya bukan urusan negara berkembang saja. Di Amerika Serikat, tujuh di antara 10 remaja yang melahirkan adalah kelahiran yang tak diinginkan.
Jika mereka mampu menunda beberapa tahun saja untuk punya anak atau keluarga, mungkin jumlah anak akan lebih sedikit dan dapat menghindari resiko kehamilan muda, bahkan mungkin mampu menjadi anggota masyarakat yang lebiuh produktif.
Bekal iman, pendidikan, pergaulan yang sehat, serta hubungan yang mesra antara orangtua dengan anak serta keterbukaan dalam ekeluarga merupakan bekal yang amat berharga bagi remaja putri agar mereka dapat meniti kehidupan dengan selamat. (anspek/O-1)
sumber:Media Indonesia Online, 23 November 2003
Kesetaraan Cowok dan Cewek
Wah susah banget ya jadi cewek! Begitu banyak pesan: awas pemerkosaanlah, pelecehan seksual-lah, atau tindak kriminal lain. Belum lagi kalau "salah" pakai baju. Bahkan, karena sering dianggap lemah dan mesti dilindungi, sering kali cewek hanya "pantas" dijadikan "korban". Kalau begitu, betapa tidak enaknya menjadi cewek.
Pengalaman ini melekat dan diajarkan secara turun-temurun oleh orangtua kita, masyarakat, serta lembaga pendidikan yang ada dengan sengaja atau tanpa sengaja. Demikian sistematis dan lamanya pola pengajaran perilaku (peran) ini sehingga membuat kita berpikir bahwa memang demikianlah adanya peran-peran yang harus kita jalankan. Bahkan, kita menganggapnya sebagai kodrat. "Kan memang kodrat gue sebagai cewek untuk lemah gemulai, mau menerima apa adanya, dan enggak boleh membantah. Sementara saudara gue yang cowok harus berani, tegas, dan bisa ngatur!" Begini kita sering memahami peran jenis kelamin kita, bukan?
Dari kecil kita telah diajarkan, cowok akan diberikan mainan yang memperlihatkan kedinamisan, tantangan, dan kekuatan, seperti mobil-mobilan dan pedang-pedangan. Sedangkan cewek diberikan mainan boneka, setrikaan, alat memasak, dan lainnya.
Lalu, ketika mulai sekolah dasar, dalam buku bacaan pelajaran juga digambarkan peran-peran jenis kelamin, contohnya, "Bapak membaca koran, sementara Ibu memasak di dapur". Peran-peran hasil bentukan sosial-budaya inilah yang disebut dengan peran jender. Peran yang menghubungkan pekerjaan dengan jenis kelamin. Apa yang "pantas" dan "tidak pantas" dilakukan sebagai seorang cowok atau cewek.
Kondisi ini enggak ada salahnya kok. Nah, akan menjadi bermasalah ketika peran-peran yang telah diajarkan kemudian menempatkan salah satu jenis kelamin (baik cowok maupun cewek) pada posisi yang tidak menguntungkan. Karena enggak semua cowok mampu bersikap tegas dan bisa ngatur, maka cowok yang lembut akan dicap banci. Sedangkan jika cewek lebih berani dan tegas akan dicap tomboi. Tentu saja hal ini enggak enak dan memberikan tekanan.
Memperjuangkan kesetaraan
Memperjuangkan kesetaraan bukanlah berarti mempertentangkan dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Tetapi, ini lebih kepada membangun hubungan (relasi) yang setara. Kesempatan harus terbuka sama luasnya bagi cowok atau cewek, sama pentingnya, untuk mendapatkan pendidikan, makanan yang bergizi, kesehatan, kesempatan kerja, termasuk terlibat aktif dalam organisasi sosial-politik dan proses-proses pengambilan keputusan.
Hal ini mungkin bisa terjadi jika mitos-mitos seputar citra (image) menjadi "cowok" dan "cewek" dapat diperbaiki. Memang enggak ada cara lain. Sebagai cowok ataupun cewek, kita harus menyadari bahwa kita adalah pemain dalam kondisi (hubungan) ini. Jadi, untuk bisa mengubah kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan ini, maka baik sebagai cowok ataupun cewek kita harus terlibat.
Meskipun banyak korban dari sistem yang ada sekarang adalah cewek, bukan berarti usaha-usaha untuk mengubahnya adalah tanggung jawab cewek semata. Karena ini menyangkut sistem sosial-budaya, tentu saja kesepakatan harus dibangun di antara kita dong, baik sebagai cewek ataupun cowok. Lalu bagaimana kita memulainya?
1 Bangun kesadaran diri
Hal pertama yang mesti kita lakukan adalah membangun kesadaran diri. Ini bisa dilakukan melalui pendidikan. Karena peran-peran yang menimbulkan relasi tak setara terjadi akibat pengajaran dan sosialisasi, cara mengubahnya juga melalui pengajaran dan sosialisasi baru. Kita bisa melakukan latihan atau diskusi secara kritis. Minta profesional, aktivis kesetaraan jender, atau siapa pun yang kita pandang mampu membantu untuk memandu pelatihan dan diskusi yang kita adakan bersama.
2 Bukan urusan cewek semata
Kita harus membangun pemahaman dan pendekatan baru bahwa ini juga menyangkut cowok. Tidak mungkin akan terjadi perubahan jika cowok tidak terlibat dalam usaha ini. Cewek bisa dilatih untuk lebih aktif, berani, dan mampu mengambil keputusan, sedangkan cowok pun perlu dilatih untuk menghormati dan menghargai kemampuan cewek dan mau bermitra untuk maju.
3 Bicarakan
Salah satu cara untuk memulai perubahan adalah dengan mengungkapkan hal-hal yang menimbulkan tekanan atau diskriminasi. Cara terbaik adalah bersuara dan membicarakannya secara terbuka dan bersahabat. Harus ada media untuk membangun dialog untuk menyepakati cara-cara terbaik membangun relasi yang setara dan adil antarjenis kelamin. Bukankah ini jauh lebih membahagiakan?
4 Kampanyekan
Karena ini menyangkut sistem sosial-budaya yang besar, hasil dialog atau kesepakatan untuk perubahan yang lebih baik harus kita kampanyekan sehingga masyarakat dapat memahami idenya dan dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan. Termasuk di dalamnya mengubah cara pikir dan cara pandang masyarakat melihat "cowok" dan "cewek" dalam ukuran "kepantasan" yang mereka pahami. Masyarakat harus memahami bahwa beberapa sistem sosial-budaya yang merupakan produk cara berpikir sering kali enggak berpihak, menekan, dan menghambat peluang cewek untuk memiliki kesempatan yang sama dengan cowok. Jadi ini memang soal mengubah cara pikir.
5 Terapkan dalam kehidupan sehari-hari
Tidak ada cara terbaik untuk merealisasikan kondisi yang lebih baik selain menerapkan pola relasi yang setara dalam kehidupan kita masing-masing. Tentu saja semua harus dimulai dari diri kita sendiri, lalu kemudian kita dorong orang terdekat kita untuk menerapkannya. Mudah-mudahan dampaknya akan lebih meluas.
Harry Kurniawan Cemara PKBI Sumatera Barat
Peer Pressure Vs Peer Motivation
Oleh: Heri Susanto PKBI DKI Jakarta
Suka atau enggak, begitu banyak persoalan yang kita hadapi sebagai remaja. Mulai dari masalah yang paling umum, sederhana, tapi juga sekaligus ”rumit”, yaitu seputar kisah asmara, sampai masalah-masalah yang bergesekan dengan hukum dan tatanan sosial yang berlaku di sekitar kita.
Secara sadar, tentu kita enggak pernah menginginkannya. Namun kenyataannya sh*t happens. Ada aja kejadian yang menggiring kita ke arah sana. Alasannya macam-macam. Misalnya, dengan tujuan untuk menunjukkan solidaritas antarteman, mendapatkan pengakuan dari kelompok, atau untuk menunjukkan identitas diri. Bisa juga untuk menunjukkan kemandirian, meminta pembuktian cinta, dan lain sebagainya. The problem is, banyak yang mengambil pilihan solusi yang salah.
Ujung-ujungnya malah jadi dianggap melakukan ”kenakalan-kenakalan”. Kayak tawuran, nge-drugs, malak, bolos sekolah, kekerasan dalam pacaran, pemerkosaan terhadap teman atau bahkan pacar, bersikap konfrontatif terhadap orangtua, dan lain-lain.
Memang banyak ahli psikologi yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang penuh masalah, penuh gejolak, penuh risiko (secara psikologis), over energi, dan lain sebagainya, yang disebabkan oleh aktifnya hormon-hormon tertentu.
Masalahnya, apa yang dibilang para ahli itu justru menggiring sebagian kita pada pemahaman bahwa keadaan atau perilaku tersebut adalah sebuah kewajaran baru. Yang akan tetap lestari dari generasi ke generasi. Waduh! Ngeri dong?
”Peer pressure”
Minat untuk berkelompok menjadi bagian dari proses tumbuh kembang yang kita alami. Yang dimaksud di sini bukan sekadar kelompok biasa, melainkan sebuah kelompok yang memiliki kekhasan orientasi, nilai-nilai, norma, dan kesepakatan yang secara khusus hanya berlaku dalam kelompok tersebut. Atau yang biasa disebut geng. Biasanya kelompok semacam ini memiliki usia sebaya atau bisa juga disebut peer group.
Demi geng ini kita sering kali dengan rela hati mau melakukan dan mengorbankan apa pun hanya karena sebuah kata-kata ”sakti”, yaitu solidaritas. Luar biasa memang jika geng ini memiliki arah kemudi yang tepat sehingga bisa menjadi wadah positif bagi kita. Tapi yang menjadi persoalan adalah terkadang solidaritas di antara kita itu bersifat semu, buta, dan destruktif, yang malah mencederai makna solidaritas itu sendiri.
Demi alasan solidaritas, sebuah geng sering kali memberikan tantangan atau tekanan-tekanan kepada anggota kelompoknya (peer pressure) yang terkadang berlawanan dengan hukum atau tatanan sosial yang ada. Tekanan itu bisa saja berupa paksaan untuk menggunakan narkoba, mencium pacar, melakukan hubungan seks, melakukan penodongan, bolos sekolah, tawuran, merokok, corat-coret tembok, dan masih banyak lagi.
Secara individual, awalnya kita mungkin merasa enggak nyaman melakukan ”tantangan” itu. Tapi karena ada peer pressure, plus rasa ketidakberdayaan untuk meninggalkan kelompok, serta ketidakmampuan untuk mengatakan ”tidak”, akhirnya apa pun yang dikehendaki kelompok secara terpaksa dilakukan. Lama-kelamaan menjadi kebiasaan dan akhirnya melekat menjadi sebuah karakter yang diwujudkan dalam berbagai macam perilaku negatif.
Peer pressure tidak hanya bisa diperoleh dari kelompok, tapi bisa juga dari individu, walaupun biasanya tekanan dari individu tidak lebih berat dari tekanan kelompok. Dari individu maupun kelompok, peer pressure dapat berpengaruh buruk dalam kehidupan kita, bisa dalam bentuk perubahan perilaku negatif atau pengaruh psikologis seperti rasa takut, sedih, minder, dan cemas, yang tentunya akan memengaruhi pencitraan orang lain terhadap kita.
”Peer motivation”
Hidup adalah sebuah pilihan. Jika kita mau melihat ke berbagai sisi dalam menjalani berbagai pernak-pernik kehidupan kita, kita akan selalu menemukan alternatif untuk segala hal, termasuk mau diarahkan ke mana pola pergaulan kita.
Kelompok atau teman sebaya memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menentukan arah hidup kita. Jika kita berada dalam lingkungan pergaulan yang penuh dengan ”energi negatif” seperti yang terurai di atas, segala bentuk sikap, perilaku, dan tujuan hidup kita menjadi negatif. Sebaliknya, jika kita berada dalam lingkungan pergaulan yang selalu menyebarkan ”energi positif”, yaitu sebuah kelompok yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan peluang untuk mengaktualisasikan diri secara positif kepada semua anggotanya, kita juga akan memiliki sikap yang positif. Prinsipnya, perilaku kelompok itu bersifat menular.
Motivasi dalam kelompok (peer motivation) adalah salah satu contoh energi yang memiliki kekuatan luar biasa, yang cenderung melatarbelakangi apa pun yang kita lakukan. Dalam konteks motivasi yang positif, seandainya ini menjadi sebuah budaya dalam geng, barangkali tidak akan ada lagi kata-kata ”kenakalan remaja” yang dialamatkan kepada kita. Lembaga pemasyarakatan juga tidak akan lagi dipenuhi oleh penghuni berusia produktif, dan di negeri tercinta ini akan semakin banyak orang sukses berusia muda. Kita juga tidak perlu lagi merasakan peer pressure, yang bisa bikin kita stres.
Budaya dalam geng tentunya tidak dapat diubah dengan sim salabim abra kadabra. Perlu komitmen yang besar dari masing-masing individu yang terlibat dalam kelompok tersebut. Semua berawal dari niat yang baik untuk selalu menjadi lebih baik. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memulai.
Pertama, berpikir positif. Segala bentuk sikap dan perilaku kita adalah perwujudan dari apa yang kita pikirkan. Jadi, dengan kata lain, perlakuan kita terhadap orang lain bergantung pada penilaian kita terhadap orang tersebut. Jika kita memiliki penilaian yang positif terhadap seseorang di antara sekian anggota geng yang lain, kita akan cenderung bersikap baik terhadap orang tersebut dan cenderung menolerir setiap kesalahan yang diperbuatnya. Begitu pula sebaliknya kita akan banyak melihat banyak kesalahan pada orang yang tidak kita sukai.
Nah, kalau kondisinya sudah seperti ini, biasanya akan ada ”tumbal” yang selalu jadi korban dalam sebuah geng, yaitu orang yang paling dipandang negatif. Di samping itu, cara pandang yang positif terhadap masing-masing anggota kelompok juga penting. Prinsipnya dianggap orang baik adalah kebutuhan semua orang. Jika kebutuhan itu terpenuhi, maka akan dapat meningkatkan citra diri yang positif masing-masing individu, dan itu akan berdampak pada perilaku yang positif pula.
Kedua, tentukan tujuan. Untuk apa geng itu dibentuk harus benar-benar memiliki tujuan jelas sehingga energi kita tersalurkan pada hal-hal yang terarah dan tidak terbuang sia-sia. Masing-masing anggota akan tahu apa yang harus dilakukan dan tentunya akan lebih produktif. Sebagai analogi, sebuah coretan tembok yang memiliki tujuan dan konsep yang jelas justru akan dapat memperindah suasana kota. Bahkan terkadang memiliki pesan-pesan yang bermakna. Sebaliknya, coretan-coretan yang asal-asalan justru akan menimbulkan kesan kumuh dan tentunya tidak indah. Pekerjaan yang sama akan memberikan hasil yang berbeda hanya karena tujuannya berbeda. Begitu pula dengan kelompok. So..., apa tujuan kita nge-geng?
Ketiga, dukungan kelompok. Masing-masing anggota kelompok harus bisa memberikan dukungan yang positif terhadap anggotanya, bukan malah saling memojokkan. Berikan semangat bagi yang melakukan kegagalan agar bisa memperbaiki, karena kegagalan adalah separuh perjalanan menuju sukses, dan berikan apresiasi yang tulus kepada yang berhasil memperbaiki dan melakukan kebaikan, sekecil apa pun prestasinya.
Seandainya selama ini kita selalu memberikan dukungan kepada teman kita kepada hal-hal yang lebih negatif dan kita selalu menganggapnya hebat jika teman kita mampu menyelesaikan hal ”konyol” dan ”bodoh”, kita harus berubah. Dukungan positif tidak hanya bermanfaat untuk orang lain, tapi juga mampu memberikan semangat kepada diri kita karena kita juga akan merasa terpacu. Di samping itu, dukungan positif juga penting untuk menjaga agar geng tetap terus bergerak secara energik dalam mencapai tujuan.
Sumber: Harian Kompas, Jumat, 07 April 2006
Jumat, 10 Oktober 2008
PaCaRan aMa Orang CadeL
Guys and Gals,,coba cermati orang2 or temen di sekitar kamu, apakah di antara mereka ada yang cadel?? Atou kamu punya pacar yang cadel?? Ok,,whatever!! No matter apakah cadel-nya ga bisa melafalkan huruf R dengan jelas atau ga bisa melafalkan huruf L dengan baik,,yang pasti segera temukan orang cadel,,,why?? Karena actually mereka memiliki keunikan tersendiri. Berikut beberapa fakta tentang orang cadel,,,
Pertama**lucunya orang cadel** tanpa harus nonton lenong atau srimulat kita udah bisa ketawa gratis dengan mendengar si cadel melafalkan beberapa huruf dengan tidak jelas, huruf R mungkin jadi terdengar ‘ey’ atau ‘el’ atau ‘ergh’,,,heu,,heu,,lucu kan?
Kedua**ruginya pacaran ama orang cadel** heu,,ternyata selain lucu orang cadel juga memiliki kekurangan,,yaitu, pacaran ama orang cadel kurang mengasikkan, ketika kita berciuman rasanya kurang poll karena si orang cadel itu lidahnya pendek,,jadi kurang bias explore ke daerah2 sensitif yang ada di dalam mulut,,(heu,,heu,,agak menjijikan!!) tapi akan terbantu jika si orang cadel itu punya bibir yang lumayan tebal,,si pasangan bisa explore gaya gigit bibir dengan cukup puas karena target lumayan tebal,,he,,he,,.
Ketiga**therapies buat orang cadel** ok,,si cadel ternyata bisa disembuhkan, beberapa caranya yaitu,,dia harus dilatih terus menerus a.k.a dibiasakan melafalkan huruf R atau L dengan benar,,atau dengan memberikan pijatan rutin di sekitar rahang karena diindikasikan bahwa sebenarnya orang yang cadel itu rahangnya kurang terbuka,,,so harus rajin2 dipijat,,,
So kalo pacar atau temen kamu cadel,,,pliz jangan disirikan (diejek, red) sebaliknya berikan pujian bahwa mereka lucu dan menggemaskan,,heu,,heu,,atau kalo kamu sayang sama dia dan mau dia sembuh, sok,,,atuh praktekin beberapa terapi di atas,,,Gud Lak!! Eh,, tapi kalo udah sembuh,,ngga lucu lagi dunk!!! Heu,,,,,,,,,,
N’Y,,,from many sources.
Pertama**lucunya orang cadel** tanpa harus nonton lenong atau srimulat kita udah bisa ketawa gratis dengan mendengar si cadel melafalkan beberapa huruf dengan tidak jelas, huruf R mungkin jadi terdengar ‘ey’ atau ‘el’ atau ‘ergh’,,,heu,,heu,,lucu kan?
Kedua**ruginya pacaran ama orang cadel** heu,,ternyata selain lucu orang cadel juga memiliki kekurangan,,yaitu, pacaran ama orang cadel kurang mengasikkan, ketika kita berciuman rasanya kurang poll karena si orang cadel itu lidahnya pendek,,jadi kurang bias explore ke daerah2 sensitif yang ada di dalam mulut,,(heu,,heu,,agak menjijikan!!) tapi akan terbantu jika si orang cadel itu punya bibir yang lumayan tebal,,si pasangan bisa explore gaya gigit bibir dengan cukup puas karena target lumayan tebal,,he,,he,,.
Ketiga**therapies buat orang cadel** ok,,si cadel ternyata bisa disembuhkan, beberapa caranya yaitu,,dia harus dilatih terus menerus a.k.a dibiasakan melafalkan huruf R atau L dengan benar,,atau dengan memberikan pijatan rutin di sekitar rahang karena diindikasikan bahwa sebenarnya orang yang cadel itu rahangnya kurang terbuka,,,so harus rajin2 dipijat,,,
So kalo pacar atau temen kamu cadel,,,pliz jangan disirikan (diejek, red) sebaliknya berikan pujian bahwa mereka lucu dan menggemaskan,,heu,,heu,,atau kalo kamu sayang sama dia dan mau dia sembuh, sok,,,atuh praktekin beberapa terapi di atas,,,Gud Lak!! Eh,, tapi kalo udah sembuh,,ngga lucu lagi dunk!!! Heu,,,,,,,,,,
N’Y,,,from many sources.
Rabu, 08 Oktober 2008
QUOTES from Eat Pray Love
EAT PRAY LOVE
Elizabeth Gilbert
silakan menikmati :P
-It is better to live your own destiny imperfectly than to live an imitation of somebody else’s life with perfection.
-People think a soul mate is your perfect fit, and that’s what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that’s holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life. A true soul mate is probably the most important person you’ll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with the soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then they leave. And thank God for it. Your problem is, you just can’t let this one go.
Elizabeth Gilbert
silakan menikmati :P
-It is better to live your own destiny imperfectly than to live an imitation of somebody else’s life with perfection.
-People think a soul mate is your perfect fit, and that’s what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that’s holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life. A true soul mate is probably the most important person you’ll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with the soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then they leave. And thank God for it. Your problem is, you just can’t let this one go.
Jumat, 03 Oktober 2008
modus operandi baru,,??!!
well, I dont know whether it's gonna be a good news or bad news for you,,specially for boys,,
hwuei,,pcaya ngga di Florida sono,,yo'i,,United States,,belakangan ini muncul modus perampokan baru,,yakni,,cieh,,yakni...
jadi kemarenan dilaporkan oleh seorang pemuda umur18 yang bnama Morales, bahwa dia baru saja dirampok oleh 4orang gadis pirang yang tiba2 saja mencegatnya ketika dia hendak brangkat k tmpt kerjanya,,,ajaibnya,,4gadis tersebut,,merampok dengan cara unik (heu,,heu,,unik?/) mereka mengenakan over-all topless, tanpa bra yang artinya dada mereka terjun bebas dimuka si Morales,,(uhu,,seneng ga ya??? kalo perampoknya kaya gitu??)mreka mengambil paksa ransel dan sepeda Morales,,dan disinyalir,,,setelah kjadian tersebut c'Morales jadi Trauma melihat dada perempuan,,,!!masa sih?? ketgaihan kali ngga??? heu,,heu,,,
macem2 aja ya,,,sekarang dunia dah mpe sgitunya,,
buruan tobat ach!!!
hwuei,,pcaya ngga di Florida sono,,yo'i,,United States,,belakangan ini muncul modus perampokan baru,,yakni,,cieh,,yakni...
jadi kemarenan dilaporkan oleh seorang pemuda umur18 yang bnama Morales, bahwa dia baru saja dirampok oleh 4orang gadis pirang yang tiba2 saja mencegatnya ketika dia hendak brangkat k tmpt kerjanya,,,ajaibnya,,4gadis tersebut,,merampok dengan cara unik (heu,,heu,,unik?/) mereka mengenakan over-all topless, tanpa bra yang artinya dada mereka terjun bebas dimuka si Morales,,(uhu,,seneng ga ya??? kalo perampoknya kaya gitu??)mreka mengambil paksa ransel dan sepeda Morales,,dan disinyalir,,,setelah kjadian tersebut c'Morales jadi Trauma melihat dada perempuan,,,!!masa sih?? ketgaihan kali ngga??? heu,,heu,,,
macem2 aja ya,,,sekarang dunia dah mpe sgitunya,,
buruan tobat ach!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
